KPK Sita Uang SGD 8.500 dari Hasil Geledah Kantor Imigrasi Jaksel

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

KPK melakukan penggeledahan di Kantor Imigrasi Jakarta Pusat dan Kantor Imigrasi Jakarta Selatan terkait kasus dugaan pemerasan pengurusan izin tinggal warga negara asing (WNA) di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas). Penggeledahan sudah dilakukan pada Selasa (4/8).

Dari penggeledahan itu, KPK menyita sejumlah dokumen dan barang bukti elektronik.

“Penyidik mengamankan sejumlah barang bukti berupa dokumen dan barang bukti elektronik (BBE) yang diduga memiliki keterkaitan dengan konstruksi perkara yang sedang ditangani,” kata juru bicara KPK Budi Prasetyo kepada wartawan, Rabu (5/8).

Khusus dari penggeledahan di Kantor Imigrasi Jakarta Selatan, KPK menyita uang tunai dalam mata uang asing senilai SGD 8.500.

“Selanjutnya akan didalami keterkaitannya dengan perkara dimaksud,” ujarnya.

Budi menyebut, selanjutnya seluruh barang bukti yang telah diamankan akan dianalisis dan didalami lebih lanjut oleh penyidik.

“Seluruh barang bukti yang telah diamankan tentu akan dilakukan analisis dan pendalaman lebih lanjut oleh Penyidik guna mengkonfirmasi relevansinya dengan peristiwa pidana,” katanya.

Kasus dugaan pemerasan dan gratifikasi yang menjerat sejumlah petinggi di lingkungan imigrasi ini terungkap setelah KPK menggelar operasi tangkap tangan (OTT) pada awal Juni 2026.

Perkaranya adalah dugaan pungutan liar terkait pengurusan dokumen izin tinggal sementara bagi warga negara asing (WNA). Total ada delapan orang sebagai tersangka yang kini ditahan KPK, termasuk mantan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim.

Silmy diduga telah menikmati aliran uang pemerasan tersebut sejak ia masih menjabat sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi. Dalam temuan penyidik, Silmy diduga menerima jatah uang pelicin secara rutin dengan nominal sekitar Rp 100 juta setiap minggunya.

Silmy belum berkomentar soal kasus ini. Namun, pengacaranya, Sahala Siahaan, membantah Silmy sempat dicari-cari KPK saat OTT berlangsung.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
India Mau Bangun 100 Bandara Baru Buat Perkuat Perdagangan-Pariwisata
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Staf RSUD di Tasik Terancam Disanksi Gegara Ikut Nyinyir ke Pasien BPJS
• 18 jam laludetik.com
thumb
BGN Beri Tenggat Sampai 10 Agustus untuk Dapur SPPG MBG Lengkapi SLHS
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Enzy Storia Deg-degan Lihat Lesung Pipit Afgan Saat Syuting Agensi Rumah Tangga
• 8 jam lalumedcom.id
thumb
Kualitas Udara Kotim Sangat Tidak Sehat, DLH Imbau Warga Pakai Masker
• 23 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.