Montevideo (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Uruguay Mario Lubetkin pada Rabu (5/8) mengatakan bahwa krisis diplomatik antara Argentina dan Brasil merupakan "kabar buruk" bagi Pasar Bersama Amerika Selatan (Mercosur) dan menyatakan harapan agar kedua pihak kembali melakukan dialog guna meredakan ketegangan.
Lubetkin menyatakan bahwa memburuknya hubungan antara dua negara anggota terbesar Mercosur tersebut tidak hanya merugikan Brasil dan Argentina, tetapi juga Uruguay dan Paraguay.
"Kami menilai situasi ini sangat buruk, tentu saja. Ini tidak membantu pihak mana pun," ujar Lubetkin kepada awak media di Montevideo.
Dia menuturkan bahwa ketegangan di dalam Mercosur mempersulit kerja blok tersebut selama semester yang penting ini, mengingat Uruguay saat ini memegang keketuaan Mercosur sekaligus Komunitas Negara-Negara Amerika Latin dan Karibia, serta memimpin agenda perundingan perdagangan.
Lubetkin mengungkapkan dirinya berharap kedua pemerintah dapat menemukan saluran dialog tingkat negara untuk meredakan ketegangan dan melangkah maju.
Saat ditanya mengenai kemungkinan mediasi Uruguay, dia mengatakan bahwa Montevideo tetap bersedia membantu apabila diminta, tetapi tidak ada upaya mediasi yang sedang dilakukan saat ini.
Lubetkin menyatakan bahwa memburuknya hubungan antara dua negara anggota terbesar Mercosur tersebut tidak hanya merugikan Brasil dan Argentina, tetapi juga Uruguay dan Paraguay.
"Kami menilai situasi ini sangat buruk, tentu saja. Ini tidak membantu pihak mana pun," ujar Lubetkin kepada awak media di Montevideo.
Dia menuturkan bahwa ketegangan di dalam Mercosur mempersulit kerja blok tersebut selama semester yang penting ini, mengingat Uruguay saat ini memegang keketuaan Mercosur sekaligus Komunitas Negara-Negara Amerika Latin dan Karibia, serta memimpin agenda perundingan perdagangan.
Lubetkin mengungkapkan dirinya berharap kedua pemerintah dapat menemukan saluran dialog tingkat negara untuk meredakan ketegangan dan melangkah maju.
Saat ditanya mengenai kemungkinan mediasi Uruguay, dia mengatakan bahwa Montevideo tetap bersedia membantu apabila diminta, tetapi tidak ada upaya mediasi yang sedang dilakukan saat ini.





