Bank Dunia Tunjuk Sri Mulyani Jadi Ketua Independen IDA22

celebesmedia.id
7 jam lalu
Cover Berita

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Bank Dunia resmi menunjuk mantan Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, sebagai Ketua Independen Asosiasi Pengembangan Internasional (Independent Co-Chair of International Development Association/IDA) ke-22. 

Penunjukan tersebut menempatkan Sri Mulyani pada posisi strategis dalam memimpin proses pengisian kembali dana IDA yang menjadi salah satu sumber pembiayaan utama bagi negara-negara termiskin di dunia.

Dalam perannya sebagai Ketua Independen IDA22, Sri Mulyani akan bertugas mendorong penguatan dukungan kebijakan serta pendanaan dari negara-negara donor maupun negara peminjam. Ia akan memimpin proses pengisian kembali dana IDA22 bersama Direktur Pelaksana Bank Dunia, Paschal Donohoe.

Berdasarkan keterangan resmi Bank Dunia yang dikutip di Jakarta, Kamis, Sri Mulyani dipilih melalui proses seleksi yang melibatkan perwakilan negara donor dan negara peminjam.

“Ia dipilih dari daftar pendek kandidat oleh komite pencarian yang terdiri atas perwakilan kelompok negara donor dan peminjam,” sebut Bank Dunia dalam keterangan resminya, dikutip dari Antara, Kamis (6/8).

Pertemuan pengisian kembali dana IDA diselenggarakan setiap tiga tahun sekali. Agenda tersebut bertujuan menghimpun komitmen pendanaan baru sekaligus menjadi forum bagi para mitra untuk mengevaluasi kebijakan dan arah program IDA.

Sebagai bagian dari Grup Bank Dunia, IDA berperan menyediakan pembiayaan bagi negara-negara berpendapatan rendah melalui pinjaman tanpa bunga atau berbunga rendah serta hibah. Dana tersebut digunakan untuk mendukung berbagai proyek pembangunan yang berfokus pada pertumbuhan ekonomi, peningkatan ketahanan, serta perbaikan kualitas hidup masyarakat.

Sejak berdiri pada 1960, IDA telah menyalurkan lebih dari 632 miliar dolar AS untuk membiayai investasi di 115 negara. Program tersebut menjadikan IDA sebagai salah satu sumber pendanaan terbesar dalam upaya mengurangi kemiskinan ekstrem di berbagai kawasan dunia.

Siklus pengisian kembali dana IDA22 dijadwalkan dimulai secara resmi pada Pertemuan Tinjauan Tengah Periode di Tashkent, Uzbekistan, pada Desember 2026. Selanjutnya, pertemuan final untuk penyampaian komitmen pendanaan diperkirakan berlangsung pada Desember 2027.

Melalui proses tersebut, IDA22 akan menentukan besaran pembiayaan konsesional yang akan tersedia bagi 78 negara hingga tahun 2031.

Sejak siklus IDA18, proses pengisian kembali dana dipimpin oleh dua ketua bersama, yakni seorang tokoh independen yang memiliki pengalaman luas dalam pembiayaan pembangunan internasional serta seorang pejabat senior Bank Dunia yang ditunjuk langsung oleh Presiden Bank Dunia.

Bank Dunia menilai pengalaman Sri Mulyani menjadi salah satu alasan utama di balik penunjukan tersebut.

“Sri Mulyani merupakan salah satu tokoh paling berpengalaman di dunia dalam bidang pembiayaan pembangunan internasional,” tambah Bank Dunia.

Sri Mulyani akan memainkan peran penting dalam mengoordinasikan dukungan internasional guna memastikan ketersediaan pendanaan bagi negara-negara berpendapatan rendah, sekaligus memperkuat agenda pembangunan global dalam beberapa tahun ke depan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sebagian Kawasan Bromo Kebakaran, Jalur Wisata Ditutup Sementara, Ini Proses Penanganannya
• 14 jam laluidxchannel.com
thumb
Istana: Tidak Ada Surpres Pergantian Kapolri Listyo Sigit
• 5 jam lalukatadata.co.id
thumb
China Luncurkan Satelit AI Lampung-1 untuk Dukung Pertanian Indonesia
• 8 jam laluidxchannel.com
thumb
Said Iqbal Pastikan KSPI dan Partai Buruh Tak Gelar Aksi Besar-besaran di Agustus
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Anggota Komisi I Soroti QRIS Bisa Dipakai Deposit Judol: Bisa Sasar Anak-anak
• 13 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.