Bank Dunia Tunjuk Sri Mulyani Jadi Ketua Penggalangan Dana untuk Negara Miskin

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Bank Dunia menunjuk mantan Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati sebagai Ketua Independen Asosiasi Pengembangan Internasional (Independent Co-Chair of International Development Association/IDA) ke-22.

Dalam jabatannya itu, Sri Mulyani bertugas mendorong penguatan dukungan kebijakan dan pendanaan di negara-negara donor maupun peminjam. Sri Mulyani akan memimpin proses pengisian kembali dana IDA22 bersama dengan Direktur Pelaksana Bank Dunia Paschal Donohoe.

“Ia dipilih dari daftar pendek kandidat oleh komite pencarian yang terdiri atas perwakilan kelompok negara donor dan peminjam,”tulis keterangan resmi Bank Dunia, yang dikutip dari Antara di Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2026.

Pertemuan pengisian kembali dana IDA umumnya diselenggarakan setiap tiga tahun sekali.

Pertemuan itu bertujuan menghimpun pendanaan baru bagi IDA, yakni lembaga pendanaan Grup Bank Dunia untuk negara-negara termiskin, serta memberikan kesempatan kepada para mitra untuk meninjau kebijakan-kebijakan IDA.

Baca Juga :

Airlangga Sebut Investasi di Indonesia Semakin Merata, Ini Buktinya

(Ilustrasi Bank Dunia. Foto: Freepik) Pendanaan untuk memerangi kemiskinan IDA merupakan salah satu sumber pendanaan terbesar untuk memerangi kemiskinan ekstrem di negara-negara berpendapatan rendah di seluruh dunia.

IDA memberikan pinjaman tanpa bunga atau berbunga rendah serta hibah kepada negara-negara untuk membiayai proyek dan program yang mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat ketahanan, dan meningkatkan taraf hidup masyarakat miskin di berbagai belahan dunia.

Sejak 1960, IDA telah menyalurkan lebih dari USD632 miliar untuk investasi di 115 negara. Siklus pengisian kembali dana IDA22 akan secara resmi diluncurkan dalam Pertemuan Tinjauan Tengah Periode di Tashkent, Uzbekistan, pada Desember 2026.

Sementara itu, pertemuan final untuk penyampaian komitmen pendanaan diperkirakan berlangsung pada Desember 2027. IDA22 akan menentukan besaran pembiayaan konsesional yang tersedia bagi 78 negara hingga 2031.

Adapun sejak IDA18, pertemuan pengisian kembali dana IDA dipimpin oleh dua ketua bersama yang terdiri atas seorang tokoh independen terkemuka yang memiliki pengetahuan memadai tentang bank pembangunan multilateral serta seorang perwakilan tingkat tinggi Bank Dunia yang ditunjuk oleh Presiden lembaga tersebut.

“Sri Mulyani merupakan salah satu tokoh paling berpengalaman di dunia dalam bidang pembiayaan pembangunan internasional,” tambah Bank Dunia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemendag: Program festival belanja jaga daya beli saat "low season"
• 25 menit laluantaranews.com
thumb
Gibran Tinjau Hasil Revitalisasi SDN 7 Jangka Aceh, Tegur Kadisdik soal Buku
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Tanggapi Tito, Pram Sebut Pendidikan di Jakarta Banyak Disubsidi Pemprov
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Undana bentuk tim investigasi soal kasus mahasiswi depresi
• 12 jam laluantaranews.com
thumb
Wadirut MIND ID Sebut SDM Unggul Jadi Investasi Strategis Bangsa
• 19 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.