JAKARTA, DISWAY.ID-- Presiden Prabowo Subianto mengundang 150 peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk berdiskusi di Istana Kepresidenan, Kamis, 6 Agustus 2026.
Kepala BRIN Arif Satria menyampaikan, undangan tersebut merupakan bentuk apresiasi sekaligus tindak lanjut dari sejumlah pemaparan hasil riset yang sebelumnya telah disampaikan kepada Presiden dalam beberapa rapat terbatas, baik di Hambalang maupun di Istana.
BACA JUGA:BRIN Ingatkan Dampak Pembatasan Kadar Nikotin bagi Petani Tembakau: Perlu Proses Panjang
"Ya kami merasa terhormat dari BRIN karena para peneliti diundang ke Istana untuk berdialog dengan Bapak Presiden. Sekaligus mendapat arahan dari Bapak Presiden karena memang beberapa kali kami melakukan presentasi temuan-temuan BRIN yang bisa digunakan untuk memecahkan berbagai persoalan bangsa," ujar Arif di Istana, Kamis, 6 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, hasil riset yang dipaparkan mencakup berbagai isu strategis, mulai dari pengelolaan sampah, pembangunan giant sea wall, ketahanan air, ketahanan pangan, hingga berbagai inovasi lainnya.
Dalam kesempatan itu, BRIN juga akan menampilkan produk-produk inovasi yang telah dihasilkan maupun yang masih dalam tahap penyelesaian.
BACA JUGA:Kemensos-BRIN Sepakat Kerja Sama Riset Sekolah Rakyat dan Program Pemberdayaan
Salah satu teknologi yang menjadi perhatian adalah Absorbed Natural Gas (ANG) yang dinilai memiliki prospek besar untuk mendukung transformasi energi nasional.
"Ada produk potensial yang memang belum bisa masuk pasar, tapi ini punya prospek yang bagus. Seperti produk-produk Absorbed Natural Gas (ANG), yang bisa menjadi salah satu poin untuk revolusi energi di Indonesia," jelasnya.
Kepala BRIN mengatakan, Presiden Prabowo dijadwalkan berkeliling melihat langsung hasil inovasi tersebut dan berdialog dengan para peneliti yang mengembangkannya.
"Nanti Bapak Presiden akan berkeliling melihat inovasi-inovasi kita dan langsung kami pertemukan dengan perisetnya. Di situlah beliau akan memberikan arahan kepada kami," ujarnya.
BACA JUGA:Peneliti BRIN Siti Zuhro: Indonesia Sudah di Pinggir Jurang 2 Cm Masih Dibilang Gak Apa-Apa!
Dalam kesempatan ini, BRIN membawa sekitar 150 hingga 200 produk inovasi yang telah dikurasi dan dikelompokkan ke dalam 12 klaster riset.
Klaster tersebut meliputi riset pangan, energi, teknologi pendukung kampung nelayan, program Makan Bergizi Gratis (MBG), antariksa, penerbangan, nuklir, logam tanah jarang, perumahan, transportasi, hingga kesehatan.
Arif menegaskan, pihaknya masih menunggu arahan Presiden terkait tindak lanjut hasil pemaparan tersebut.
- 1
- 2
- »





