Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan terlibat perselisihan dengan Menteri Pertahanan (Menhan) AS Pete Hegseth dalam rapat kabinet terbaru. Trump disebut merasa disesatkan oleh Hegseth mengenai pasokan amunisi AS, yang akhir-akhir ini marak diberitakan semakin menipis akibat perang melawan Iran.
Perselisihan itu, seperti dilansir AFP dan Al Arabiya, Kamis (6/8/2026), dilaporkan oleh media terkemuka AS, The Washington Post, yang mengutip dua sumber yang mengetahui pembahasan dan perselisihan yang terjadi.
Cekcok tersebut terjadi pekan lalu di sela-sela rapat kabinet pemerintahan Trump yang digelar di Camp David, tempat peristirahatan kepresidenan di Maryland.
The Washington Post melaporkan bahwa Trump menuntut penjelasan mengenai laporan kekurangan pasokan amunisi dari Hegseth, yang memimpin Pentagon, dalam rapat kabinet pada Jumat (31/7) lalu.
Trump, menurut dua sumber yang dikutip The Washington Post, mengatakan kepada Hegseth bahwa dirinya mengira masalah amunisi tersebut "sudah diatasi".
Namun, berdasarkan keterangan salah satu sumber, kekurangan pasokan amunisi -- terutama rudal jarak jauh dan rudal pencegat pertahanan udara -- menjadi salah satu alasan Trump mengurungkan niat untuk melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran dalam beberapa hari terakhir.
Diketahui bahwa awal pekan ini, Trump mengumumkan pembatalan serangan terhadap Iran, dengan alasan adanya kemajuan dalam upaya diplomasi. Trump juga mengklaim dirinya diminta oleh Teheran dan negara-negara Timur Tengah untuk menunda serangan.
Laporan The Washington Post menyebutkan bahwa setelah ditegur oleh Trump, Hegseth membela diri dan menyalahkan Wakil Menhan AS, Stephen Feinberg, atas kekurangan tersebut dan karena tidak memastikan Trump mendapat informasi lengkap mengenai masalah tersebut.
(nvc/idh)





