Prabowo: Saya Suka Memimpin Negara dengan Fakta

viva.co.id
10 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan dirinya menjadi pemimpin berdasarkan fakta. Hal itu diungkapkan Prabowo dalam taklimat dihadapan 150 peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Halaman Istana Merdeka pada Kamis, 6 Agustus 2026.

Awalnya Prabowo menegaskan bahwa pembangunan suatu bangsa ditentukan oleh penguasaan sains dan teknologi. Menurutnya jika suatu bangsa mampu menguasai sains dan teknologi, maka bangsa itu akan maju. 

Baca Juga :
Momen Prabowo Tinjau Pameran Inovasi BRIN, Giant Sea Wall hingga Teknologi Nuklir Jadi Sorotan
Prabowo Minta TNI Hadirkan Sesuatu yang Spesial Saat HUT ke-81 RI

"Kita mengerti semua bahwa pembangunan suatu bangsa itu ditentukan oleh apakah bangsa itu mampu menguasai sains dan teknologi atau tidak. Jadi, bangsa yang mampu menguasai sains dan teknologi, bangsa itu akan maju dengan pesat. Kuncinya adalah sains dan teknologi," kata Prabowo.

"Ini adalah fakta dan kenyataan. Dari penguasaan sains dan teknologi, tentunya masalah pendidikan itu adalah fondasi landasan yang paling paling paling kritikal, paling kritis," sambungnya.

Prabowo menegaskan dirinya memimpin suatu negara berdasarkan fakta. Namun, ia tak memungkiri bahwa fakta tak selalu berakhir dengan kesenangan.

"Kalau saya memimpin, saya sukanya itu memimpin dengan fakta, facts, realita, dengan keadaan yang sebenarnya. Kadang-kadang fakta itu, ya tidak enak. Kadang-kadang melihat realita itu tidak enak, terus terang saja, ya," ujar dia.

Ia mencontohkan bahwa Indonesia memiliki jumlah penduduk keempat terbesar di dunia. Namun, Prabowo mengaku sedih karena Indonesia tak bisa berlaga di Piala Dunia.

"Contoh yang kecil saja, kita negara jumlah penduduk keempat terbesar di dunia, 300- ya hampir 300 juta ya, 287 juta rakyat kita. Tapi saya sangat sedih terus terang saja, ya kan, masalah sepak bola saja kita tidak mampu masuk Piala Dunia," kata Prabowo.

Menurutnya hal itu merupakan fakta yang tidak mengenakan. Bahkan, dia menyebut negara Cape Verde kemungkinan hanya sebesar Kabupaten Sumedang.

"Ini fakta yang tidak enak, ya. Masa negara kecil seperti Cape Verde, ya kan, Cape Verde masuk, saya nggak tahu itu, mungkin jumlah penduduknya dengan Kabupaten Sumedang mungkin lebih banyak Sumedang mungkin. Ya, Cape Verde, apalagi banyak negara-negara kecil yang masuk ke situ," ujar dia.

Baca Juga :
Survei LSI: 78,7 Persen Masyarakat Puas dengan Pemerintahan Prabowo
BRIN Bakal Paparkan Teknologi Alternatif Pengganti LPG ke Prabowo
Prabowo Pesan Sepatu Buatan BRIN, Harga di Bawah Rp80 Ribu dan Terbuat dari Bahan Karet

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PN Jaksel Tetapkan Jadwal Sidang Praperadilan Febrie, Ini Tanggalnya
• 12 jam lalujpnn.com
thumb
Industri Manufaktur Tumbuh 5,32 Persen pada Kuartal II-2026, Lampaui Laju Ekonomi Nasional
• 11 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Sentuh Wilayah Pesisir, Ekspedisi Merah Putih Polda Riau Tanam 1.000 Mangrove
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Pengadilan Vonis Terdakwa Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen Jaminan Fidusia, BPR Pollux Hormati Putusan
• 7 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
FULL! Prediksi Ropan: Timnas Indonesia Wajib Kalahkan Singapura Agar Lolos Semifinal Piala AFF 2026
• 5 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.