Grid.id - Terungkap kisah evakuasi dramatis jenazah pendaki wanita yang hilang di Gunung Piramid.
Pendaki wanita yang hilang di Gunung Piramid akhirnya berhasil dievakuasi. Ialah Maliya Finda, wanita berusia 51 tahun yang ditemukan tewas di kawasan Punggung Naga, Gunung Piramid, Bondowoso, Jawa Timur.
Maliya hilang bersama dengan Erfan (35), pemandu lokal yang berasal dari Desa Traktakan, Kecamatan Wonosari, Bondowoso sejak Minggu (2/8/2026). Melansir Kompas dan Tribun Jatim, keduanya seharusnya kembali dan mengambil motor di tempat penitipan pada Senin (3/8/2026) sore.
Namun keduanya tak kunjung muncul hingga pencarian pun dilakukan. Tim SAR gabungan membutuhkan waktu cukup lama yakni 13 jam untuk mengevakuasi jenazah.
Proses evakuasi berjalan lama dan berat karena medan evakuasi gunung tersebut sangat terjal. Kedua korban ditemukan di dasar jurang.
Melansir dari Tribun Jatim, kedua korban dievakuasi dengan sistem lowering. Korban pertama yakni Erfan (35) dievakuasi pada Rabu (5/8/2026) pukul 13.00 WIB.
Sementara itu, pendaki wanita bernama Maliya Finda (51) berhasil dievakuasi pada pukul 15.30 WIB. Kedua jenazah kemudian ditandu secara estafet oleh personel gabungan dan warga dengan jumlah personel sekitar 100an orang.
Evakuasi dramatis itu berlangsung dari puncak ketinggian aman 900 meter hingga Pos 1 Dusun Tegal Tengah, Curahdami. Kedua jenazah akhirnya tiba di Pos 1 pada pukul 19.40 WIB malam kemarin sebelum dibawa ke RS Bhayangkara.
"Kita bisa melakukan evakuasi ke titik aman di ketinggian kurang lebih 900 meter," ujar Jefriansyah, OSC Basarnas Jember.
Jefriansyah bercerita bahwa tantangan terberat adalah medan yang sangat terjal. Menurutnya, kontur Gunung Piramid sangat miring hingga nyaris mencapai 90 derajat.
Dalam proses itu, kedua jenazah ditandu dengan cara estafet melintasi sungai, bukit yang terjal sampai turunan curam. Proses dramatis itu berlangsung dari pukul 06.00 WIB sampai 19.40 WIB.
Jenazah Maliya Finda akhirnya sampai ke rumah duka di Jalan Cipunegara RT 14 RW 06, Kelurahan Darmo, Kecamatan Wonokromo, Surabaya pada Kamis (6/8/2026) pukul 01.15 WIB. Setelah disemayamkan, jenazah diberangkatkan ke Kabupaten Lamongan, kampung halaman keluarga besar Maliya untuk dimakamkan.
"Jenazah dibawa ke sini untuk disucikan, dimandikan, dan disalatkan. Tapi rencana dimakamkan di Babat, Lamongan. Beliau putrinya satu orang dan sudah punya cucu, dua minggu lalu anaknya baru melahirkan," ungkap Riris, keponakan korban.
Sebelumnya, Maliya dan pemandunya dikabarkan hilang sejak Minggu (2/8/2026) pagi. Keduanya naik untuk mendaki Gunung Piramid sejak pukul 07.00 WIB namun tak pernah kembali sampai Senin sore.
Korban dan pemandunya sempat menitipkan motor Yamaha NMAX warna merah dengan nomor polisi P 2938 ES di rumah warga setempat. Proses pencarian pun segera dilakukan.
Pada Selasa (4/8/2026) siang, tim SAR berhasil menemukan keduanya dalam kondisi meninggal dunia. Keduanya berada di bawah Punggung Naga dengan kedalaman sekitar 60 meter dalam kondisi tertelungkup dan tersangkut di ranting pohon. (*)
Artikel Asli




