Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta memberikan peringatan kepada tenaga kesehatan (nakes) yang terbukti mencibir pasien peserta BPJS Kesehatan di media sosial.
Hal itu disampaikan Pramono menanggapi viralnya sejumlah nakes yang diduga menghina pasien BPJS bernama Yurizal di media sosial Threads. Ia mengaku telah melihat kasus tersebut dan meminta Dinkes segera mempelajarinya.
“Memang saya melihat itu dan saya akan minta kepada Dinas Kesehatan untuk memberikan peringatan bagi siapa pun yang melakukan tindakan kecibiran terhadap siapa pun yang menggunakan BPJS Kesehatan. Karena BPJS Kesehatan ini dilindungi oleh undang-undang,” kata Pramono usai menghadiri penutupan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Piala Gubernur DKI Jakarta 2026 di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (6/8).
Pramono mengatakan pelayanan pendidikan dan kesehatan menjadi dua sektor yang mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Karena itu, ia meminta jajaran Dinas Kesehatan segera mengambil langkah terhadap nakes yang terlibat dalam polemik tersebut.
“Bahkan ini bagi Jakarta adalah salah satu yang betul-betul saya jaga banget, yaitu pendidikan dan kesehatan. Maka untuk itu saya akan segera minta kepada Ibu Kepala Dinas Kesehatan (Ani Ruspitawati) dan juga Bu Premi (Kepala BKD) untuk mempelajari ini dan mengambil tindakan dan mengingatkan siapa pun yang melakukan tindakan ini,” ujarnya.
Pramono juga memaparkan besarnya layanan kesehatan yang dikelola Pemprov DKI Jakarta. Menurutnya, Jakarta memiliki puluhan ribu tenaga kesehatan yang bertugas di berbagai fasilitas kesehatan sehingga profesionalisme harus terus dijaga.
“Jakarta ini mempunyai 31 rumah sakit, 44 puskesmas, 292 pembantu puskesmas. Tentunya dari begitu banyak, ada puluhan ribu nakes yang bekerja,” ucapnya.
Sekilas KasusKasus ini bermula dari unggahan pasien BPJS bernama Yurizal di media sosial Threads pada 22 Juli 2026.
Dalam unggahannya, Yurizal mengaku telah menunggu selama delapan jam namun belum mendapatkan kamar perawatan. Ia tidak menyebutkan nama rumah sakit maupun penyakit yang dideritanya.
Unggahan tersebut kemudian memicu berbagai komentar, termasuk dari sejumlah akun yang diduga merupakan tenaga kesehatan.
Setelah sepupu Yurizal mengumumkan bahwa ia meninggal dunia pada 31 Juli 2026, komentar-komentar yang dinilai tidak berempati itu menuai kecaman publik.





