JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memperingatkan masyarakat tidak mempercayai pihak-pihak yang mengaku dapat membantu proses pengajuan ataupun percepatan pembukaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Saat ini, BGN tengah mempercepat penyelesaian pembangunan dan aktivasi SPPG di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) sebagai bagian dari perbaikan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Saya pastikan seluruh proses dilakukan melalui sistem. Tidak ada pihak yang dapat menjanjikan atau membantu pembukaan SPPG di luar mekanisme resmi," ujar Sudaryono dalam rapat koordinasi terbatas (rakortas) di Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Kamis (6/8/2026).
Baca juga: BGN Temukan 6 Juta Data Ganda Penerima Makan Bergizi Gratis
Sudaryono menegaskan, semua proses dilakukan secara transparan untuk mencegah terjadinya penyimpangan dalam penyaluran program MBG.
"Jadi saya pastikan kalau ada orang mengaku, orangnya siapa pun kemudian bisa membantu, saya pastikan bohong," tegas dia.
Baca juga: BGN Copot Kepala SPPG yang Sebabkan Keracunan di Jayapura
Dalam rakortas, pemerintah telah menetapkan percepatan penyelesaian SPPG di wilayah Papua, Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku, dan daerah 3T lainnya.
Target yang semula direncanakan selesai dalam waktu satu bulan dipercepat menjadi satu minggu.
"Wilayah Papua, NTT, Nias, Maluku, Maluku Utara, dan daerah-daerah yang jauh menjadi prioritas karena masyarakat di sana sangat membutuhkan," jelasnya.
Baca juga: 315 SPPG Mangkrak dan Belum Dibayar, Mitra Kontraktor Tagih Utang Rp 800 Miliar ke BGN
BGN telah mengidentifikasi sekitar 1.700 dapur MBG yang siap dioperasikan di wilayah dengan prevalensi stunting tinggi dan sangat tinggi.
"Dari data overlay tadi ada 1.700 data atau dapur yang sudah siap, sudah jadi tinggal operasional yang berada di daerah dengan stunting tinggi dan tinggi sekali. Nah nanti ini kita bertahap kita bereskan," jelasnya.
Baca juga: Kepala BGN Ungkap 1.700 SPPG Siap Beroperasi di Daerah Tinggi Stunting
Pemerintah menargetkan sekitar 300 SPPG yang berada di daerah dengan prevalensi stunting tinggi itu segera diaktifasi mulai pekan depan.
"Insya Allah mungkin minggu depan kita ada sekitar 300-an kita aktifasi," tuturnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




