TANGERANG, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang akan memanggil pemilik jaringan utilitas untuk mengatasi kabel semrawut menjuntai di Jalan Prabu Kian Santang dan Jalan M Toha, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang.
"Terkait penanganan kabel semrawut, Pemerintah Kota Tangerang telah melakukan koordinasi melalui tim utilitas yang melibatkan perangkat daerah terkait," kata Kepala Bidang Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang, Aa Chaerul Syamsudin kepada Kompas.com, melalui pesan WhatsApp, Kamis (6/8/2026).
Baca juga: Kabel Semrawut di Periuk Tangerang, Ada yang Menjuntai hingga Sentuh Jalan
Dia menjelaskan, tim utilitas bertugas menyisir titik-titik rawan, melakukan identifikasi, serta memanggil para operator telekomunikasi dan pemilik jaringan utilitas untuk segera melakukan pembenahan secara menyeluruh.
"Pendekatan ini bertujuan agar penanganan dilakukan secara terpadu dan tidak parsial," tegas Aa Chaerul.
Selain penanganan, Pemkot Tangerang juga menjadikan tim utilitas sebagai forum untuk mematangkan rencana pemindahan kabel ke bawah tanah (ducting) agar terintegrasi dengan pembangunan infrastruktur kota.
"Tim Utilitas juga menjadi forum koordinasi dalam penyusunan rencana penataan utilitas terpadu, termasuk pengembangan jaringan utilitas bawah tanah (ducting), sehingga pelaksanaannya dapat terintegrasi dengan pembangunan maupun peningkatan jalan serta infrastruktur kota lainnya," kata Aa Chaerul.
Keluhan WargaSalah seorang warga, Romlan, menagih janji penataan kabel yang tak kunjung terealisasi.
"Ampun dah kalau masalah kabel ini. Berantakan banget. Katanya dulu mau ditanam di tanah," keluh Romlan.
Senada dengan Romlan, Sutri seorang juru parkir di Jalan Prabu Kian Santang, berharap pihak berwenang dan pemilik kabel segera bertindak.
"Ya kita mah bisa apa selain nunggu ditangani. Kita mah kerja gini di lapangan enggak punya wewenang," tutur Sutri.
Baca juga: 2 Pria Ditangkap Usai Curi Kabel Tanam di Ancol Jakut, Uangnya untuk Beli Narkoba
Pantauan Kompas.com di lokasi, Kamis (6/8/2026), terdapat kabel utilitas yang menggantung rendah hingga ketinggian 100 sampai 180 sentimeter.
Bahkan, di beberapa titik juga terlihat gulungan kabel meliuk hingga menyentuh jalan dan menghalangi akses menuju rumah warga, pertokoan, perkantoran, hingga tempat ibadah.
Pejalan kaki yang melintas pun terpaksa membungkuk atau menghindar agar tidak tersangkut kabel tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




