Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan pengoperasian Jalan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi) Seksi 1 dan Seksi 2 sepanjang 24 kilometer. Kedua ruas tersebut telah menyelesaikan konstruksi dan diharapkan dapat memperkuat konektivitas di kawasan Tapal Kuda, hingga distribusi logistik di Jawa Timur.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, mengatakan pembangunan jalan tol bukan hanya berfungsi sebagai infrastruktur transportasi, tetapi juga menjadi pengungkit pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Pembangunan jalan tol selalu memiliki arti strategis, tidak hanya bagi infrastruktur fisik, tetapi juga bagi penguatan fondasi ekonomi nasional," kata Dody dalam keterangan tertulisnya, dikutip Kamis (6/8).
Secara keseluruhan, Tol Prosiwangi memiliki panjang 175,4 kilometer dan dibangun dalam tujuh seksi oleh PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi sebagai Badan Usaha Jalan Tol (BUJT). Rinciannya meliputi Seksi 1 Suko–Kraksaan sepanjang 12,8 kilometer, Seksi 2 Kraksaan–Paiton 11,2 kilometer, Seksi 3 Paiton–Besuki 25,6 kilometer, Seksi 4 Besuki–Situbondo 42,3 kilometer, Seksi 5 Situbondo–Asembagus 16,7 kilometer, Seksi 6 Asembagus–Bajulmati 37,4 kilometer, serta Seksi 7 Bajulmati–Ketapang sepanjang 29,2 kilometer.
Dody menjelaskan, Seksi 1 dan Seksi 2 telah memperoleh Sertifikat Laik Operasi (SLO) setelah seluruh pekerjaan konstruksi selesai. Sementara itu, Seksi 3 yang menghubungkan Paiton hingga Besuki masih menjalani proses Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO).
Selain memangkas waktu tempuh, keberadaan Tol Prosiwangi juga diharapkan memperlancar distribusi logistik serta membuka akses yang lebih baik menuju kawasan industri, pusat distribusi, dan destinasi pariwisata unggulan di Banyuwangi dan sekitarnya.
Dody menyebut, pembangunan ruas tol ini merupakan bagian dari transformasi PU608 untuk menghadirkan infrastruktur yang mampu meningkatkan efisiensi ekonomi, memperkuat daya saing nasional, serta mendukung target pertumbuhan ekonomi 8 persen melalui penurunan Incremental Capital Output Ratio (ICOR), peningkatan produktivitas, dan pemerataan pembangunan antarwilayah.
Operasional Masih Menunggu Penyempurnaan Simpang Susun GendingMeski Seksi 1 dan Seksi 2 telah mengantongi SLO, pengoperasiannya masih menunggu penyempurnaan ULFO Simpang Susun Gending yang menghubungkan Tol Pasuruan–Probolinggo (Paspro) dengan Tol Prosiwangi.
Simpang susun tersebut telah menjalani pemeriksaan Uji Laik Fungsi dan Operasi pada 16–17 Juli 2026 untuk memastikan seluruh fasilitas memenuhi aspek keselamatan, kelayakan fungsi, dan kesiapan operasional sebelum dibuka untuk masyarakat.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, Tim ULFO masih menemukan sejumlah aspek yang perlu disempurnakan oleh PT Trans Jawa Paspro Jalan Tol selaku badan usaha jalan tol.
Menindaklanjuti hasil tersebut, PT Trans Jawa Paspro Jalan Tol menyatakan akan segera menyelesaikan seluruh rekomendasi dari Tim ULFO sebagai syarat sebelum dilakukan evaluasi lanjutan dan jalan tol dapat dioperasikan.





