JAKARTA, DISWAY.ID-- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta Dinas Perhubungan (Dishub) untuk mengkaji kembali Mikrotrans JakLingko trayek 48A rute Stasiun Tebet-Rusun Karet Tengsin.
Pasalnya jalur yang dilalui JakLingko 48A tersebut tumpang tindih dengan angkot M44 rute Kampung Melayu-Tebet-Karet.
BACA JUGA:Prabowo Terpukau Ratusan Inovasi BRIN, Giant Sea Wall hingga Teknologi Nuklir Jadi Magnet Perhatian
Karena dinilai menyerobot jalurnya, puluhan sopir angkot M44 pun melakukan aksi demonstrasi di depan Balai Kota Jakarta pada Kamis, 6 Juli 2026.
"Nanti saya minta Dinas Perhubungan untuk mempelajari ya. Tetapi namanya juga negara demokrasi apa saja boleh untuk berdemo," kata Pramono di Balai Kota Jakarta.
Adapun dalam aksi unjuk rasa itu sopir angkot M44 menuntut Gubernur Pramono agar mengalihkan jalur JakLingko 48A sesuai dengan kesepakatan awal.
BACA JUGA:Baznas dan Kemenag Luncurkan Satu Data ZIS-DSKL, Atasi Data Ganda Penerima Maupun Pembayar Zakat
Koordinator sopir angkot M44, Suwadi mengatakan, akibat tumpang tindihnya jalur, penghasilan sopir angkot M44 mengalami penurunan lebih dari 70 persen.
Biasanya kata Suwadi, sopir angkot M44 bisa mengantongi penghasilan sekitar Rp300 ribu per hari.
Namun setelah ada JakLingko 48A yang sudah beroperasi lebih dari dua tahun di jalur yang sama, para sopir angkot hanya mampu mengantongi penghasilan kurang dari Rp50 ribu per hari.
"Turunnya lebih dari 70 persen penghasilan kita," kata Suwadi saat ditemui di lokasi aksi unjuk rasa.
Tak ayal selama ini sering terjadi gesekan antar sopir angkot dan pramudi Mikrotrans JakLingko karena tumpang tindih jalur.
BACA JUGA:Jadwal Bioskop Trans TV Hari Ini 6 Agustus 2026 Lengkap Sinopsis, Nonton Film Aksi-Kriminal
Suwadi mengancam akan menggelar aksi susulan dengan massa yang lebih besar jika tuntutannya tidak dipenuhi oleh Pramono.
Dalam aksi itu, sambung Suwadi, para sopir angkot berencana menutup jalan di sekitar Stasiun Tebet.
- 1
- 2
- »





