Wamendagri Bima Arya Dorong Anggota DPRD Wujudkan Pembangunan Berkeadilan Ekologis

jpnn.com
1 minggu lalu
Cover Berita

jpnn.com, YOGYAKARTA - Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menegaskan pentingnya peran anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dalam mewujudkan pembangunan berkeadilan ekologis.

Menurutnya, legislator daerah perlu mengoptimalkan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan agar kebijakan yang dihasilkan tidak hanya mendorong pertumbuhan, tetapi juga menjamin keberlanjutan lingkungan.

BACA JUGA: Wamendagri Wiyagus Dorong Percepatan Pembentukan Desa dan Kelurahan Siaga TBC di Riau

Pernyataan itu disampaikan Wamendagri Bima saat menyampaikan keynote speech pada Akademi Kaukus Parlemen Hijau Daerah bertema Menguatkan Kepemimpinan Legislatif Daerah untuk Pembangunan Berkeadilan Ekologis di Riss Hotel Malioboro, Kota Yogyakarta, Kamis (6/8).

"Anggota DPRD memiliki peran strategis untuk memastikan agenda pembangunan daerah tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan," ujar Wamendagri Bima.

BACA JUGA: Wamendagri Bima Arya Ajak Mahasiswa Membangun Karakter dan Kompetensi Kepemimpinan

Dia menyampaikan anggota DPRD perlu memiliki arah perjuangan yang jelas dengan memberi perhatian pada isu-isu yang berdampak langsung terhadap masyarakat, termasuk pelestarian lingkungan.

Menurut Bima, persoalan lingkungan merupakan tantangan yang kompleks sehingga tidak dapat diselesaikan secara parsial.

BACA JUGA: Mendagri Tito Lantik Sejumlah Pejabat, ASN Kemendagri Diminta Tingkatkan Kinerja

Karena itu, penanganannya membutuhkan sinergi lintas sektor, lintas wilayah, serta kolaborasi antarpemerintah dan berbagai pemangku kepentingan.

Selain itu, Bima mengingatkan agar berbagai instrumen pendanaan hijau tidak diposisikan semata sebagai pemenuhan kewajiban administratif, melainkan diarahkan untuk mendukung program yang memberikan manfaat nyata bagi kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Masalah kita bukan tidak ada kebijakannya, tetapi pelaksanaannya di lapangan. Kalau menurut saya, ya persoalannya itu bukan di gagasannya, tapi eksekusinya. Kemudian persoalan-persoalan itu yang enggak bisa diantisipasi sejak awal," sambungnya.

Wamendagri Bima juga mengajak para legislator daerah memperkuat kolaborasi dengan kalangan akademisi, organisasi masyarakat sipil, dunia usaha, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Menurutnya, jejaring yang kuat akan memperkaya substansi kebijakan sekaligus memperbesar peluang lahirnya program pembangunan yang efektif, berkelanjutan, dan berkeadilan ekologis.

Dia juga menyoroti meningkatnya perhatian publik terhadap isu lingkungan, terutama di kalangan Generasi Z.

Karena itu, para legislator daerah diharapkan menjadikan isu lingkungan sebagai salah satu agenda prioritas dalam memperjuangkan kebijakan yang responsif terhadap tantangan masa depan serta memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat. (mrk/jpnn)


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bea Cukai Banjarmasin Bersama TNI-Polri Gagalkan Peredaran 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal
• 14 jam lalupantau.com
thumb
Menutup Utang dan Kembali Bangkit
• 22 jam laludisway.id
thumb
Pelindo Perkuat Ekosistem Vendor Regional 4, Gelar Sosialisasi Kebijakan Pengadaan Tahun 2026
• 13 jam laluharianfajar
thumb
Prabowo Tegaskan Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi Kinclong Bukan Tujuan Akhir Pemerintah
• 9 jam laluviva.co.id
thumb
Besok Sidang Tahunan MPR, Simak Agenda dan Jadwal Penyampaian RAPBN 2027
• 23 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.