Bos BGN Copot Kepala SPPG di Papua Imbas Siswa Keracunan MBG

viva.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengatakan telah mencopot Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jayapura, Papua.

Keputusan pencopotan ini diambil setelah insiden keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura.

Baca Juga :
Pemerintah Kebut Dapur MBG di Wilayah 3T, Target Rampung Pekan Ini
BGN Luruskan Isu 13.000 Dapur MBG Dibuka Sekaligus, Pekan Depan Baru 300 SPPG Mulai Beroperasi

"Sudah, sudah kita copot," ucap Sudaryono kepada wartawan di Kantor Kemenko Pangan, Kamis, 6 Agustus 2026.

Sudaryono menjelaskan, BGN juga telah mengirimkan tim untuk menginvestigasi kasus keracunan tersebut dan menemukan bahwa waktu memasak di SPPG tersebut terlalu cepat, sehingga makanan didistribusikan pada siswa terlalu lama dari waktu memasak.

"Berdasarkan sistem yang kita punya dan pengakuan setelah kronologinya, mereka mulai memasaknya itu terlalu cepat, jam 7 malam di hari sebelumnya sudah mulai memasak, sehingga diberikan di jam 11, dan ada beberapa juga yang keracunan saya lihat itu ada yang sudah dibawa dalam kondisi rusak, lalu yang masih kami validasi lagi, ada anak yang membawa pulang MBG-nya," ungkap dia.

Sebelumnya diberitakan, dilaporkan bahwa sejumlah siswa di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi MBG pada Rabu (5/8) pagi.

Setelah sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Jayapura, delapan pasien yang diduga mengalami insiden keamanan pangan tersebut berangsur membaik, bahkan satu pasien telah diizinkan pulang.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr. Beeri Wopari, mengatakan penanganan korban keracunan makanan di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, mulai menunjukkan perkembangan positif memasuki hari ketiga pascakejadian.

Menurutnya, berdasarkan perkembangan epidemiologi, jumlah kasus baru terus menurun dan kondisi sebagian besar pasien yang masih menjalani perawatan berangsur membaik.

"Kasus-kasus akut sudah jauh berkurang dibandingkan hari pertama dan kedua. Penambahan kasus baru juga sudah sangat menurun, bahkan hingga siang ini belum ada laporan kasus baru," katanya. (Ant)

Baca Juga :
Menko Zulhas Sebut Ponpes Bisa Bangun Dapur MBG, Ini Syaratnya
Kepala BRIN Ungkap Bakal Paparkan 12 Klaster Produk ke Prabowo, Salah Satunya soal Program MBG
BGN Beri Batas Waktu Dapur MBG Urus SLHS hingga 10 Agustus 2026

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Avtur Turun, Tiket Pesawat Domestik Berpeluang Lebih Terjangkau
• 17 jam laluidxchannel.com
thumb
KPK Ungkap Menhut Raja Juli Diduga Tak Cuma Sekali Temui Bupati Kuansing
• 12 jam laluliputan6.com
thumb
10 cara mengatasi sedih setelah putus cinta, bantu move on lebih cepat
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Cara Mengetahui HP Sudah Mendukung 5G atau Belum
• 4 jam lalumedcom.id
thumb
Perumda Air Minum Makassar Peringati HUT ke-102 dengan Tausiah, Perkuat Integritas dan Pelayanan
• 10 jam laluterkini.id
Berhasil disimpan.