Negara di Ambang Perang, Presiden Dievakuasi Kendaraan Lapis Baja

cnbcindonesia.com
1 jam lalu
Cover Berita
Foto: REUTERS/Ann Wang)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Taiwan, Lai Ching-te, melakukan perjalanan larut malam menggunakan kendaraan pengangkut personel lapis baja menuju pusat komando militer. Evakuasi darurat ini merupakan bagian dari latihan perang tahunan Han Kuang selama 10 hari yang resmi dimulai pada hari Rabu.

Mengutip Reuters, Kamis (06/08/2026), latihan tempur ini dirancang khusus untuk memperkuat persiapan Taiwan jika China benar-benar mewujudkan ancamannya. Beijing yang memandang pulau demokratis tersebut sebagai wilayahnya berulang kali bersumpah akan merebut Taiwan dengan paksa jika diperlukan.


Baca: Negara Ini Tambal Kas Negara-Hindari Defisit, BUMN Dijual-jual

Kantor kepresidenan pada hari Kamis merilis potret yang memperlihatkan Lai mengenakan pelindung tubuh dan helm militer saat memasuki bagian belakang kendaraan lapis baja. Juru bicara kepresidenan, Karen Kuo, menjelaskan bahwa Lai beserta timnya sedang melakukan simulasi komando operasi pertahanan negara.

"Mereka melakukan latihan memimpin operasi pertahanan dan menjaga kelangsungan fungsi pemerintah selama situasi darurat," ungkapnya. Latihan tersebut juga ditujukan untuk meninjau struktur komando, koordinasi antarlembaga, dan mekanisme tanggap darurat dalam menghadapi berbagai keadaan tak terduga.

Baca: Latihan Militer Buat Tragedi, Pesawat Jatuh & Hantam Gunung

Manuver ini menandai partisipasi perdana Lai sebagai presiden sejak menjabat pada tahun 2024 dalam skenario yang disebut pemerintah sebagai rencana "Wan Chun" atau beban yang sangat besar. Rencana evakuasi darurat pemimpin Taiwan ke tempat aman ini telah ada sejak era Perang Dingin.

Saat itu, mantan Presiden Chiang Kai-shek hidup dalam ketakutan yang konstan akan adanya serangan langsung dari saingan utamanya, Mao Zedong. Chiang dan pemerintah Republik China melarikan diri ke Taiwan pada tahun 1949 setelah komunis Mao memenangkan perang saudara, di mana hingga kini tidak ada perjanjian damai yang pernah ditandatangani.

Baca: Bos JPMorgan Bunyikan Alarm 'Bom Waktu', Ada Krisis Mirip 2008?

Taiwan yang menolak keras klaim kedaulatan Beijing telah lama mengkhawatirkan kemungkinan China melakukan operasi pemenggalan atau penargetan para pemimpin tinggi selama perang. Kekhawatiran ini kian memuncak setelah media pemerintah China pada 2023 menyebutkan bahwa salah satu skenario latihan tempur mereka di sekitar Taiwan adalah serangan presisi untuk misi pemenggalan tersebut.

Dalam latihan Han Kuang kali ini, pasukan dan peralatan militer telah disebar ke seluruh wilayah Taiwan untuk menguji sistem serta taktik baru. Pada hari Kamis, Lai turut memantau langsung pemasangan peluncur rudal di kapal penjaga pantai kelas Anping yang didesain berdasarkan kapal perang serang cepat Tuo Chiang milik angkatan laut.

Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, sistem rudal darat-ke-udara Tien-Kung III buatan dalam negeri juga telah dikerahkan ke Taipei. Persenjataan yang dirancang untuk menembak jatuh rudal dan pesawat tersebut kini ditempatkan di dekat bandara Songshan serta markas kementerian pertahanan.

Baca: Orang-Orang Kaya China Kini Kalang-Kabut, Hubungi Pengacara-Jual Aset

Kementerian Pertahanan menyatakan bahwa latihan besar-besaran ini akan menggunakan format skenario berkelanjutan untuk mempertajam respons unit di lingkungan pertempuran yang realistis. Area pelatihan utama mencakup operasi anti-blokade, serangan pesisir, perlindungan target vital, hingga dukungan seluruh lapisan masyarakat untuk mempersiapkan warga menghadapi konflik.

Sebagai bagian dari persiapan komprehensif, Taiwan juga akan secara sengaja memperlambat kecepatan internet seluler warganya pada pekan depan. Uji coba pertama ini bertujuan untuk melihat bagaimana warga sipil berkomunikasi jika bandwidth menjadi sangat langka dalam keadaan darurat seperti bencana maupun invasi China.

Hingga saat ini, militer China yang terus beroperasi secara harian di sekitar pulau tersebut belum memberikan komentar resmi mengenai latihan perang Taiwan. Namun, kementerian pertahanan Taiwan pada hari Rabu melaporkan telah mendeteksi pergerakan 14 pesawat militer dan sembilan kapal perang China.

Beijing secara konsisten menjuluki Lai sebagai sosok separatis dan terus menolak tawaran perundingan yang berulang kali ia ajukan. Merespons tekanan tersebut, Lai berpegang teguh pada prinsipnya bahwa hanya rakyat Taiwan sendiri yang berhak menentukan masa depan wilayah mereka.

Baca: Kabar Baik Dunia, Perang AS-Iran Sebentar Lagi Berakhir

(tps/luc)
Saksikan video di bawah ini:
Video:Gaspol di GIIAS, Geely Hadirkan Suv Ice Sporty Beperforma TinggI

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BPJS Kesehatan Tegaskan Peserta JKN Tetap Berhak Dilayani Meski Kamar Penuh
• 3 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Kronologi Kru Sound Horeg Tewas Terbentur Gapura Desa, Berawal Tidur di Atas Truk Usai Karnaval di Jember
• 10 jam lalugrid.id
thumb
Danantara Jajaki Kemitraan Strategis Energi dengan Petrovietnam, Bidik Penguatan Investasi Regional
• 14 jam lalumedcom.id
thumb
Mengenal Choremancing, Cara Baru Bikin Hubungan Makin Harmonis Lewat Pekerjaan Rumah
• 10 jam lalubeautynesia.id
thumb
Kemenkeu Kucurkan Anggaran Perlinsos Lebih dari Rp 500 T pada 2026
• 12 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.