TABLOIDBINTANG.COM - Di tengah banyaknya produk nutrisi anak yang menawarkan kandungan prebiotik, probiotik, hingga sinbiotik, orang tua sering kali dibuat bingung memilih mana yang benar-benar memberikan manfaat kesehatan.
Pakar Gastroenterologi dan Nutrisi Anak dari University Hospital Brussels (UZ Brussel), Belgia, Prof. Yvan Vandenplas, MD, Ph.D., dalam diskusi media bertajuk Global Advances and Insight on Biotics for Child, Kamis (6/8) siang di Jakarta, mengingatkan bahwa tidak semua produk dengan label tersebut memiliki bukti ilmiah yang kuat.
Menurutnya, salah satu tantangan terbesar saat ini adalah istilah seperti prebiotik, probiotik, dan sinbiotik belum sepenuhnya terlindungi secara ilmiah sehingga dapat digunakan dalam strategi pemasaran berbagai produk.
“Ada sains dan ada pemasaran. Salah satu kesulitannya adalah terminologi ini tidak dilindungi secara ilmiah, sehingga perusahaan dapat dengan mudah menggunakan istilah tersebut,” ujar Prof. Yvan.
Ia menegaskan, orang tua sebaiknya tidak hanya melihat klaim yang tertera pada kemasan, tetapi memastikan produk tersebut telah memiliki penelitian klinis yang membuktikan manfaatnya.
“Pesannya adalah gunakan hanya produk yang memiliki bukti klinis mengenai manfaatnya,” katanya.
Peran Dokter Penting Bantu Orang Tua Memilih
Prof. Yvan menjelaskan, membedakan produk yang benar-benar terbukti secara ilmiah dengan yang hanya mengandalkan klaim pemasaran bukanlah hal mudah bagi orang tua.
Karena itu, tenaga kesehatan, khususnya dokter anak, memiliki peran penting dalam memberikan rekomendasi berdasarkan bukti ilmiah.
“Bagi ibu, sangat sulit mengetahui produk mana yang memiliki bukti klinis dan mana yang tidak. Di sinilah tenaga kesehatan memiliki peran penting untuk memberikan saran kepada orang tua,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberadaan produk tanpa dukungan penelitian klinis berisiko membuat orang tua kecewa karena manfaat yang diharapkan tidak terlihat.
Hal tersebut juga dapat membuat masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap produk yang sebenarnya sudah terbukti memberikan manfaat.
Senada dengan hal tersebut, pihak produksi menegaskan komitmennya untuk hanya menyampaikan klaim manfaat yang telah didukung bukti ilmiah.
Edukasi juga terus dilakukan, tidak hanya kepada orang tua, tetapi kepada tenaga kesehatan agar informasi yang diterima masyarakat tetap konsisten dan berbasis penelitian.
“Yang dikomunikasikan harus merupakan manfaat yang sudah terbukti secara klinis dan ilmiah. Karena itu edukasi kepada orang tua maupun tenaga kesehatan menjadi sangat penting agar komunikasi tetap berbasis sains,” ujar Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH, Direktur Medical and Scientific Affairs, Danone Indonesia.
Dengan semakin banyaknya pilihan produk nutrisi anak di pasaran, orang tua disarankan untuk lebih kritis dan selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum memilih produk yang mendukung tumbuh kembang anak.




