BRIN Paparkan Teknologi Nuklir ke Prabowo, Potensi Uranium Capai 89 Ribu Ton

idxchannel.com
1 minggu lalu
Cover Berita

Presiden Prabowo Subianto mendapat paparan mengenai pengembangan teknologi nuklir dari Badan Riset dan Inovasi Nasional sebelum bertemu dengan 150 peneliti BRIN

BRIN Paparkan Teknologi Nuklir ke Prabowo, Potensi Uranium Capai 89 Ribu Ton (FOTO:BPMI Setpres)

IDXChannel - Presiden Prabowo Subianto mendapat paparan mengenai pengembangan teknologi nuklir dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebelum bertemu dengan 150 peneliti BRIN di Halaman Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Paparan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Organisasi Riset Tenaga Nuklir BRIN Syaiful Bakhri saat Presiden Prabowo mengunjungi booth teknologi nuklir. Dalam kesempatan itu, Prabowo didampingi Kepala BRIN Arif Satria serta sejumlah menteri Kabinet Merah Putih.

Syaiful menjelaskan riset nuklir BRIN tidak hanya difokuskan untuk sektor energi melalui persiapan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), tetapi juga dimanfaatkan untuk sektor pangan dan kesehatan.

"Ini teknologi menjadi teknologi energi, perisapan PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir), kemudian non-energi terkait pangan dan kesehatan," kata Syaiful.

Dalam paparannya, Syaiful juga mengungkapkan Indonesia memiliki potensi bahan baku nuklir yang besar untuk mendukung pengembangan PLTN. Menurutnya, potensi uranium di Indonesia mencapai sekitar 89 ribu ton, sementara torium diperkirakan mencapai 143 ribu ton.

"Untuk PLTN kita sudah siapkan untuk bahan nuklir di Indonesia, kita punya potensi uranium sekitar 89 ribu ton di Indonesia, torium 143 ribu ton di Indonesia sejauh ini. Dan ini adalah kemampuan dari kami memurnikan uranium sampai dengan 60 persen kemudian mineral ikutan dari radio aktif," katanya.

Selain teknologi nuklir, BRIN juga memamerkan sejumlah inovasi di bidang energi alternatif. Di antaranya teknologi Compressed Natural Gas (CNG) yang mampu menampung gas hingga tekanan 30 bar, serta pengembangan biofuel dan bioetanol untuk mendukung implementasi program B50 berbahan baku sawit, sorgum, dan aren.



(kunthi fahmar sandy)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Ajukan Revisi UU untuk Izinkan Kewarganegaraan Ganda Bagi Diaspora
• 2 jam lalukatadata.co.id
thumb
Kemlu Ungkap 5 Usul RI untuk Palestina dalam Pertemuan Menteri di Yordania
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Penguatan Keselamatan Pelayaran Didorong Legislator Usai Kebakaran KMP Putri Yasmin
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
81 Tahun Hilang, Bangkai Kapal PD II Mendadak Muncul ke Permukaan
• 13 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Jelang Nota Keuangan, DPR Tagih Penciptaan Lapangan Kerja
• 10 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.