Menkes Budi Menjawab soal Peluang Ada Sanksi pada Nakes "Nirempati" yang Komentari Curhatan Pasien BPJS Yurizal

tvonenews.com
10 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com- Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan tanggapan soal viralnya pasien bernama Yurizal. Dikabarkan meninggal dunia setelah curhat menunggu berjam-jam.

5 Sosok Dokter dan Nakes yang Hujat Yurizal Tri Chaerawan, Pasien BPJS yang Meninggal Dunia
Sumber :
  • Instagram/@yurizaltrich/@rumpi_gosip - X @neVerAl0nely___/@cenblubaik

Ia mengaku sedih, karena adanya tenaga kesehatan (Nakes) yang malah terkesan, seakan tidak memiliki empati atas curhatan Yurizal di media sosial (Medsos).

"Saya sedih sekali melihat, tenaga kesehatan itu dan juga tenaga-tenaga profesi lainnya yang melayani masyarakat itu harus memiliki empati yang baik. Kasihan masyarakat kita kalau kita kemudian tidak, kita nirempati seperti itu,” kata Menkes,.dalam antara, Kamis (6/8). 

Lantas, apakah para Nakes kena sanksi?

Sehubungan dengan itu, Menkes Budi menegaskan pihaknya akan mendalami kasus Yurizal tersebut. 

Yurizal Tri Chaerawan
Sumber :
  • X @LambeSahamjja

Terlebih kepada Nakes untuk memeriksa status kepegawaian mereka. Hal ini buntut ucapan di medsos dinilai tidak punya empati (nirempati).

"Tindakan selanjutnya, nanti kita akan cek apakah yang bersangkutan statusnya itu pegawai atau masih pelajar," jelas Menkes.

Kronologi Viralnya Yurizal di Medsos

Berdasarkan ceritanya lewat thread, Yurizal mengaku sebagai pasien yang menggunakan BPJS Kesehatan. 

Lalu masuk ke Rumah Sakit namun tidak disebutkan di mana, hingga dirinya dikabarkan telah meninggal dunia.

Almarhum Yurizal membagikan kisahnya yang menunggu lama untuk mendapatkan Kamar di RS. Lewat akunnya @yurizaltrich pada 22 Juli 2026, ia mengaku menunggu hingga 8 jam untuk menjalani perawatan dan tak kunjung mendapatkan kamar.

"8 Jam belum dapat ruangan, gamau spill RSnya soalnya gue pake BPJS," tulis Yurizal dikutip dari akun Threadsnya, Rabu 5 Agustus 2026.

Curhatannya menjadi viral, karena diduga dikomentari oleh oknum tenaga kesehatan (Nakes). Banyak akun memberikan pernyataan bernada nirempati kepadanya.

Salah satunya, pengguna media sosial @bennychrstn. Berdasarkan penelusuran oleh wargent yang diduga, alumni fakultas kedokteran Universitas Indonesia

"Kalo full, mau dipindahkan kemana? Masa di lantai? Gak ada hubungannya sama BPJS atau nggak BPJS yang make banyak otomasti yang dirawat juga banyak ga cuma u sendiri. Kalau mau pindah cepat noh ruang jenazah selalu kosong. Ngeselin deh nakes/RS bahkan pemerintah melalui BPSJ berusaha bantuin, masyarakatnya malah gini," tulis akun tersebut.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Istana Bantah Ada Surpres Penggantian Kapolri
• 23 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Indonesia Bangun Fasilitas Manufaktur GPU Pertama di Cikarang, Perkuat Bisnis AI
• 1 jam lalukatadata.co.id
thumb
Blak-blakan, Ruben Onsu Bongkar Kebaikan Lesti Kejora di Tengah Kesedihannya: Itu Jadi Amalnya sampai Selamanya
• 4 jam lalugrid.id
thumb
Kemenkeu Siapkan Skenario APBN 2027 Hadapi Lonjakan Harga Minyak hingga USD 100
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
John Herdman Pertahankan Gaya Main Mendominasi saat Hadapi Singapura di Laga Terakhir Grup A Piala AFF 2026
• 20 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.