REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Timnas Indonesia akan menjalani laga hidup-mati menghadapi Singapura pada pertandingan terakhir Grup A ASEAN Hyundai Cup (Piala AFF) 2026 di Stadion Nasional Singapura, Jumat (7/8/2026) pukul 20.00 WIB. Kemenangan menjadi harga mati bagi skuad Garuda untuk memastikan lolos ke babak semifinal.
Pelatih timnas Indonesia John Herdman menegaskan pertandingan melawan Singapura bukan hanya penting untuk menjaga asa di Piala AFF 2026, tetapi juga menjadi bagian dari proses membangun fondasi tim menuju target yang lebih besar, yakni tampil di Piala Dunia 2030.
Baca Juga
Timnas Indonesia Wajib Menang, Rekor Pertemuan dengan Singapura Jadi Modal Skuad Garuda
47 Pemain Siap Bela Timnas U18 Putri di Srikandi Merdeka Cup 2026
Momen Timnas Indonesia Kalah 0-3 dari Vietnam di Piala AFF 2026
Menurut Herdman, setelah mempelajari sepak bola Indonesia, ia memahami bahwa ambisi utama PSSI adalah membawa Garuda kembali tampil di panggung dunia. Karena itu, setiap turnamen, termasuk Piala AFF, memiliki peran penting dalam membentuk karakter tim.
"Target utama negara ini adalah Piala Dunia 2030. Jika ditarik mundur, ada Piala Asia 2027, kemudian turnamen ASEAN ini," kata Herdman dalam jumpa pers, Kamis (6/8/2026).
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Pelatih asal Kanada itu menilai turnamen seperti Piala AFF memberikan tantangan berbeda dibanding laga uji coba. Selain mengejar hasil, kompetisi ini menjadi sarana membangun identitas permainan serta menguji mental pemain dalam atmosfer pertandingan yang sesungguhnya.
Selama sekitar satu bulan menangani timnas Indonesia, Herdman mengaku fokus membangun kebersamaan antarpemain, memperkuat identitas taktik, serta memberi kesempatan kepada para pemain untuk menunjukkan kualitas mereka sebagai bagian dari persiapan menuju target jangka panjang.
Meski demikian, Herdman tidak menampik seluruh anggota tim memiliki motivasi besar untuk mengakhiri penantian panjang Indonesia meraih gelar Piala AFF. Hingga kini, Indonesia enam kali mencapai final, tetapi belum pernah mengangkat trofi.
"Jauh di dalam hati kami tentu ada keinginan menjadi orang pertama yang mengangkat trofi untuk negara ini," ujarnya.