Bursa Asia Melemah, Pasar Dibayangi Konflik Timur Tengah dan Lonjakan Harga Minyak

idxchannel.com
7 jam lalu
Cover Berita

Bursa saham Asia dibuka di zona merah pada perdagangan Jumat (7/8/2026), seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap memanasnya kembali konflik.

Bursa Asia Melemah, Pasar Dibayangi Konflik Timur Tengah dan Lonjakan Harga Minyak. (Foto: Reuters)

IDXChannel - Bursa saham Asia dibuka di zona merah pada perdagangan Jumat (7/8/2026), seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap memanasnya kembali konflik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak dan memicu aksi jual di pasar saham global.

Indeks Nikkei 225 Jepang turun 1,29 persen ke level 64.838 pada 08.53 WIB.

Baca Juga:
Tugu Insurance (TUGU) Sebut Segmen Asuransi Energi Masih Jadi Andalan

Pelemahan dipimpin saham-saham sektor semikonduktor, dengan Lasertec anjlok 9,8 persen, SoftBank Group merosot 6,1 persen, dan Screen Holdings turun 4,2 persen.

Di pasar valuta asing, dolar AS menguat ke level 158,49 yen dari 157,81 yen pada penutupan perdagangan saham Tokyo sehari sebelumnya.

Baca Juga:
Danantara Bidik Perampingan 34 Anak Perusahaan Telkom (TLKM) Selesai pada 2027

Pelaku pasar juga mencermati musim laporan keuangan emiten, termasuk hasil kinerja kuartalan Bridgestone yang dijadwalkan dirilis pada Jumat.

Bursa Asia lainnya turut bergerak melemah. Indeks KOSPI Korea Selatan turun 1,73 persen, Hang Seng Hong Kong melemah 0,35 persen, ASX 200 Australia terkoreksi 0,20 persen, dan Shanghai Composite turun 0,09 persen.

Baca Juga:
ADCP Hadapi Permohonan PKPU, Digugat Kontraktor di Proyek Adhi City Sentul

Sementara itu, STI Singapura menjadi pengecualian dengan menguat 0,42 persen.

Sentimen pasar secara keseluruhan juga tertekan akibat kenaikan kembali harga minyak setelah ketegangan di Selat Hormuz meningkat lagi.

Kondisi tersebut memunculkan ketidakpastian baru terhadap upaya pembukaan kembali secara penuh jalur pelayaran strategis tersebut.

Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada Kamis (6/8), menghentikan reli yang terjadi sejak awal pekan. Investor mencermati gelombang terbaru laporan keuangan emiten sekaligus menunggu perkembangan negosiasi perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran.

Sebelumnya, melansir dari Reuters, musim laporan keuangan yang solid berhasil meredakan sebagian kekhawatiran terkait besarnya belanja perusahaan-perusahaan berbasis kecerdasan buatan (AI).

Optimisme terhadap peluang berakhirnya konflik Iran juga sempat mendorong Dow Jones Industrial Average dan S&P 500 mencetak rekor tertinggi pada awal pekan.

Namun, pada penutupan Kamis, indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,85 persen ke level 53.885,10. Indeks S&P 500 melemah 0,18 persen menjadi 7.710,03, sedangkan Nasdaq Composite turun 15,09 poin atau 0,06 persen ke level 26.348,35.

Harapan terhadap tercapainya kesepakatan damai sebelumnya sempat menekan harga minyak pada awal pekan.

Penurunan harga energi itu membantu meredakan kekhawatiran inflasi, mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed), serta mendorong penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Akhir Pekan Seru di Batavia PIK, Anak Bisa Lari Bareng Baba, Lili, & Tata
• 19 jam lalujpnn.com
thumb
Pemerintah Prediksi 63 Juta Orang Terima MBG di 2027: Prioritas Ibu Hamil-Balita
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Tangani Konflik Beruang Madu di Riau, Kemenhut Prioritaskan Keselamatan Warga
• 2 jam lalujpnn.com
thumb
Pramono soal Nakes Cibir Pasien BPJS: Harus Diberi Peringatan
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Penanganan Pasien AIDS-TBC Terhambat Stigma, Puskesmas di Yogya Perkuat Edukasi
• 21 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.