Trotoar Dibongkar, Jalan Menyempit, Pengguna Jalan Pemuda Depok Minta Proyek Dipercepat

kompas.com
7 jam lalu
Cover Berita

DEPOK, KOMPAS.com - Sejumlah pengguna jalan mengeluhkan adanya pengerjaan perbaikan saluran dan trotoar di Jalan Pemuda, Pancoran Mas, Depok.

Pasalnya, proyek tersebut menyebabkan jalan menyempit sehingga menyebabkan kemacetan di jam-jam tertentu.

Pejalan kaki juga harus turun ke pinggir jalan lantaran trotoar yang sedang diperbaiki tidak dapat dilalui.

Baca juga: Pencarian Bagian Tubuh Korban Mutilasi di Depok Masih Buntu

Adapun panjang jalan yang dilakukan pengerjaan sekitar 300 meter dari gapura lampu merah Jalan Pemuda hingga depan Kafe Bajawa.

Berdasarkan pantauan Kompas.com pada Kamis (7/8/2026) siang, kondisi lalu lintas cukup lancar karena di luar jam sibuk.

Hanya saja ketika kendaraan roda empat berpapasan, laju kendaraan harus melambat karena menyempitnya jalan yang bisa dilewati.

Kemudian di lokasi juga terdapat alat berat untuk mengeruk tanah dalam rangka perbaikan saluran.

Baca juga: 4 Jam Pencarian, Bagian Bawah Tubuh Korban Mutilasi di Depok Belum Ditemukan

Saat alat berat ini beroperasi, arus kendaraan menjadi agak tersendat karena harus memberikan jalan untuk pengendara dari arah sebaliknya.

Selain itu, penempatan bahan-bahan proyek seperti paving block, pasir, hingga bekas tanah galian dibiarkan di atas trotoar sehingga membuat udara sekitar menjadi berdebu.

Nampak pengerjaan mulai berprogres.

Trotoar di dekat gapura arah lampu merah sudah disemen dan mulai dipasangi paving block. Demikian juga dengan trotoar di seberang Kafe Bajawa dan depan Indomaret sudah disemen.

Namun di bagian tengah proyek masih belum banyak berubah.

Baca juga: Bagian Tubuh Korban Mutilasi di Depok Belum Ditemukan, Diduga Terbawa Arus Kali Licin

Trotoar masih belum dipasangi apa pun dan tanah yang dikeruk untuk saluran masih berlubang dan digenangi air.

Pengemudi ojol, Lambok, mengatakan, pengerjaan proyek ini cukup mengganggu mobilitas kendaraan yang melintas.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Ya ada. Terus terang saja ada. Agak macet. Untuk beraktivitas agak terganggu sedikit lah," ujar Lambok kepada Kompas.com saat ditemui di lokasi, Kamis.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cak Sholeh Pengacara No Viral No Justice Meninggal Dunia
• 9 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
KPPOD Soroti Beda Data Mendagri dan Menkeu Soal Jumlah Daerah Kesulitan Bayar Gaji ASN
• 20 jam lalukompas.com
thumb
BMKG Prediksi Cuaca Sepekan ke Depan, Wilayah Ini Berpotensi Diguyur hingga 7-13 Agustus 2026
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Pramono Anung Minta Nakes yang Cibir Pasien BPJS Diberi Peringatan Keras
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pramono Instruksikan DLH DKI Bersihkan Tumpukan Sampah
• 32 menit lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.