Merasa terkuras energinya, stres, atau kehilangan motivasi secara terus-menerus di tempat kerja? Yap, ini bisa jadi tanda bahwa Beauties sedang berhadapan dengan rekan kerja toksik.
Menurut psikolog sekaligus profesor Stanford University, Robert Sutton, sekitar 50 persen dari kita akan menghadapi perundungan yang terus-menerus atau sering menyaksikannya terjadi di tempat kerja.
Modusnya pun beragam. Contohnya berpura-pura menjadi teman saat berinteraksi empat mata. Namun, diam-diam menjatuhkan di hadapan atasan. Sikap toksik semacam ini lambat laun akan berdampak pada produktivitas dan kesehatan mental.
Lantas, bagaimana cara menghadapi rekan kerja yang seperti ini? Berikut ini ada lima cara mengatasi kondisi tidak nyaman karena rekan kerja toksik.





