Pemerintah Perkuat Produksi Dalam Negeri, Hanif: Ketahanan Pangan Tak Bisa Ditawar

disway.id
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID-- Pemerintah terus mendukung program Presiden RI ke-8, Prabowo Subianto dalam membangun swasembada pangan pilar utama fondasi transformasi nasional.

Kebijakan ini dijalankan melalui Asta Cita dan sinergi Kabinet Merah Putih untuk memastikan kemandirian bangsa, ketersediaan pasokan domestik, serta peningkatan kesejahteraan petani dan nelayan.

BACA JUGA:19 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Singapura Piala AFF 2026 di Berbagai Daerah, Dukung Garuda Menang

Pemerintah memprioritaskan sektor pertanian, perikanan, dan peternakan guna mencukupi kebutuhan pokok dalam negeri secara mandiri.

Sebagai bagian dari implementasi program tersebut, Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) melakukan peninjauan ke sejumlah lokasi strategis, yakni TPA Bantargebang, Cipayung, dan Rorotan, pada Jumat, 7 Agustus 2026. 

Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq.

BACA JUGA:Klarifikasi Kuasa Hukum Nyumarno Soal Opini Luar Sidang Dugaan Penganiyaan

Dalam kunjungannya di kawasan Cipayung, Jakarta Timur, Hanif menegaskan pemerintah saat ini tengah menyusun langkah besar untuk membangun sistem swasembada pangan nasional yang berkelanjutan.

Menurutnya, Indonesia tidak boleh lagi bergantung pada pasokan pangan dari luar negeri.

Ia mengakui pembangunan kemandirian pangan membutuhkan investasi yang tidak sedikit.

Namun, lanjut Hanif, biaya tersebut merupakan konsekuensi yang harus diambil demi menjamin ketahanan pangan Indonesia dalam jangka panjang.

BACA JUGA:Pemilik Sudah Meninggal, 995 Senjata Milik Sekolah Swasta di Jaksel Ternyata cuma Senapan Angin!

Hanif juga mengingatkan bahwa ketergantungan terhadap impor pangan berpotensi menimbulkan risiko besar apabila negara pemasok menghentikan ekspor sewaktu-waktu.

Kondisi tersebut, menurutnya, dapat memicu gejolak sosial akibat terganggunya pasokan kebutuhan pokok di dalam negeri.

"Tugas utama kementerian Koordinator Bidang Oangan tentu penyiapan swadembada nasional hari ini kita lakukan, karena hampir 15 tahun yang lalu kita belom dengan serius memikirkan tentang swasembada pangan karena lebih murah impor dari pada kita bikin sendiri," ungkap Hanif di Jakarta pada Jumat, 7 Agustus 2026.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BSSN Mencatat 5,16 Miliar Anomali Trafik Internet pada 2025, Perbankan Diminta Perkuat Keamanan Siber
• 17 jam lalupantau.com
thumb
3 Shio yang Hatinya Berbunga pada 8 Agustus 2026: Ayam Paling Tak Disangka
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Pegawai RSUD dr Soekardjo Tasikmalaya Hina Pasien BPJS Mengundurkan Diri
• 10 jam lalurepublika.co.id
thumb
Operasional Minimarket Semakin Kompleks, Sistem POS Jadi Andalan Kelola Transaksi dan Stok
• 9 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Polda Metro Gagalkan Peredaran 3,4 Kg Ganja Sumut-Jakarta, Dua Kurir Diciduk
• 6 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.