REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Transformasi bisnis yang dijalankan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) mulai tercermin pada kinerja operasional dan keuangan perusahaan. Sepanjang semester I 2026, PTPN Group mencatat pertumbuhan penjualan, laba, serta penguatan arus kas operasional di tengah dinamika industri perkebunan.
Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III Denaldy Mulino Mauna mengatakan penjualan perusahaan meningkat 10,89 persen secara tahunan menjadi Rp 29,1 triliun. Sementara itu, net operating cash flow (NOCF) tumbuh 13,4 persen menjadi Rp 5,53 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Baca Juga
Anggota DPR dan Praktisi Dorong Pembentukan Posko Pengaduan untuk Cegah TPPO
Fenomena 'Anak AC' dan Ketangguhan Gen Alpha
Pertumbuhan Ekonomi Kaltara Ditopang Lonjakan Sektor Kelistrikan
"Capaian ini mencerminkan efektivitas strategi perusahaan dalam meningkatkan produktivitas, efisiensi operasional, dan optimalisasi proses bisnis di seluruh entitas PTPN Group," ujar Denaldy dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (7/8).
Menurut Denaldy, kinerja tersebut menunjukkan transformasi yang dijalankan perusahaan mulai memberikan hasil sekaligus memperkuat fondasi bisnis untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Ia mengatakan perusahaan terus mempercepat peningkatan produktivitas, efisiensi operasional, dan kecepatan eksekusi agar mampu meningkatkan daya saing di sektor perkebunan nasional.
"Fokus kami memperkuat produktivitas, efisiensi, dan kecepatan eksekusi agar PTPN Group semakin kompetitif serta mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian nasional," katanya.
Selain mencatatkan pertumbuhan penjualan dan arus kas operasional, PTPN Group juga memperkuat struktur keuangan. Total aset perusahaan meningkat 9,94 persen menjadi Rp 167,9 triliun, sedangkan ekuitas naik 8,42 persen menjadi Rp 76,74 triliun dibandingkan semester I 2025.