KPK Usut Proses Suap dari Pihak Swasta ke Sejumlah Pejabat Ditjen Bea Cukai

kompas.com
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut proses suap yang dilakukan pihak swasta ke oknum-oknum pejabat di Ditjen Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terkait pengembangan penyidikan kasus dugaan korupsi importasi barang, pada Kamis (6/8/2026).

Pendalaman tersebut dilakukan KPK saat memeriksa dua saksi yaitu, aparatur sipil negara (ASN) pada Ditjen Bea Cukai Umar Khayam dan Sekretaris Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW) Iskandar ponsel Sitorus selaku pihak swasta.

“Keterangan-keterangan dari para saksi ini kemudian untuk saling mengkonfirmasi, saling melengkapi terkait dengan mekanisme di lapangan soal importasi barang ya, yang dilakukan ya terkait dengan pengaturan jalur hijau, jalur merah,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, dalam keterangannya, Jumat (7/8/2026).

Baca juga: Periksa Eks Pejabat Bea Cukai, KPK Usut Dugaan Suap Importasi Barang

“Karena ada dugaan praktik suap yang dilakukan oleh pihak importir atau pihak biro jasa, forwarder ya, kepada oknum-oknum di Ditjen Bea dan Cukai,” sambung dia.

Sebelumnya, KPK menetapkan 2 Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) baru dalam pengembangan kasus dugaan korupsi importasi barang di lingkungan Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai.

KPK mengatakan, Sprindik baru tersebut berdasarkan analisis fakta hukum yang muncul selama persidangan kasus suap importasi barang dengan terpidana Pemilik PT Blueray Cargo (Group), John Field, dan kawan-kawan.

“Hasil pengembangan penyidikan dan telaah hasil persidangan, itu kita menerbitkan dua sprindik,” kata Plh Direktur Penyidikan KPK, Ahmad Taufik Husein, di Gedung Merah Putih, Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Baca juga: Bea Cukai Bongkar Cara Harley Davidson Bekas dari China Diselundupkan Lewat Tanjung Priok

Taufik mengatakan, dua Sprindik baru tersebut terkait dengan dua klaster, di mana satu klaster sudah dilakukan penetapan tersangka baru.

Sedangkan, satu klaster masih Sprindik umum.

“Bagaimana rekan-rekan kalau mengikuti di persidangan, di putusan hakim pun sudah ada bahwa pemberian dari Blueray itu ada total Rp 91 miliar yang kemudian setelah kita analisis, kita telaah dari hasil proses penyidikan yang sambil berjalan terkait penerima, kemudian itu ada beberapa klaster dari Rp 91 miliar itu ada klaster yang Bea Cukai,” ujar dia.

“Ada selain Bea Cukai, tapi masih terkait karena kemudian ini kan sudah disebutkan di putusan pemberi yang Blueray. Nah, itu ada dua Sprindik terkait ini yang sudah kita keluarkan,” sambung dia.

Baca juga: Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 5 Harley Davidson Bekas dan 20 Rangka Motor di Tanjung Priok

Meski demikian, Taufik tidak mengungkapkan sosok tersangka baru yang ditetapkan dalam pengembangan perkara tersebut.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Dia juga belum bisa menyampaikan informasi secara detail terkait dua sprindik baru tersebut.

“Satu klaster yang Bea Cukai itu sudah kita tetapkan tersangkanya. Ada satu, karena masih terkait dengan konstruksi perkara pejabat Bea Cukai-nya, jadi kita langsung tetapkan. Kemudian yang klaster yang kedua masih terkait kepentingan apa, pejabat Bea Cukai tetapi ini peristiwanya berbeda. Nah, itu yang kita kemudian masih satu sprindik untuk kita tetapkan sprindik umum,” ucap dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menko Zulhas Sebut Ponpes Bisa Bangun Dapur MBG, Ini Syaratnya
• 21 jam laluviva.co.id
thumb
Lomba Foto LRT Hadirkan Hadiah Menarik, Ini Syaratnya
• 21 jam laludetik.com
thumb
2 Pendaki Ditemukan Tewas di Gunung Piramid Bondowoso | SAPA MALAM
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
BRIN Fokus Terhadap Semikonduktor: Agar Indonesia Tidak Bergantung Chip Asing
• 19 jam lalukompas.com
thumb
Ketum TP PKK Ajak Pelajar Biak Cintai Tanah Air Lewat Pemanfaatan Potensi Wisata Bahari
• 20 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.