Satpol PP Surabaya Ungkap Maling Pakai Ambulans Pribadi untuk Angkut Kursi Curian Milik Pemkot

suarasurabaya.net
4 jam lalu
Cover Berita

Satpol PP Kota Surabaya mengungkapkan maling kursi berlogo Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggunakan ambulans pribadi agar aksinya terlihat seperti kegiatan resmi.

Awal modus itu terungkap, berawal saat petugas Satpol PP Kota Surabaya menemukan dua kursi berlogo Pemkot di dekat tempat penampungan barang bekas atau loak, saat berpatroli di Jalan Kaliwaron, Surabaya, Kamis 23 Juli 2026 lalu.

Irna Pawanti Plt Kepala Satpol PP Kota Surabaya membeberkan, saat itu petugas melakukan patroli di sepanjang kawasan Kaliwaron. Petugas yang melihat dua kursi di tepi jalan kemudian memutar balik untuk memeriksa lokasi.

“Kita tempatkan teman-teman untuk patroli memang. Nah, pada pagi hari itu kita melihat ada dua kursi di tepi jalan ya, dua kursi. Sehingga pasukan saya waktu melakukan putar balik. Jadi yang terlihat itu adalah kursi di pinggir jalan. Setelah kita datangi (ternyata) di dekat tempat loakan memang,” kata Irna saat saat on air di program talkshow Program Semanggi Suroboyo di Radio Suara Surabaya, Jumat (7/8/2026).

M. Fikser Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya (tengah) dan Irna Pawanti Plt. Kepala Satpol PP Kota Surabaya (kiri) soal aset milik Pemerintah Kota Surabaya yang dicuri maling, mulai lampu, kabel, hingga kursi taman saat mengisi program talkshow Semanggi Suroboyo di Radio Suara Surabaya, Jumat (7/8/2026). Foto: Billy suarasurabaya.net

Saat dihampiri petugas, ternyata satu dari dua kursi tersebut posisinya sudah berada di atas timbangan. Tak lama kemudian, ada seorang pemotor pria datang ke loakan tersebut, yang kemudian diperiksa oleh petugas.

BACA JUGA: DLH Surabaya Catat Ada 47 Kursi Taman yang Hilang Dicuri sejak 2016

Saat ditanyai, pria tersebut kemudian menunjukkan surat jalan yang menyatakan bahwa kursi tersebut milik Rumah Sakit Siloam yang telah dialihkan untuk dijual. Tapi, petugas Satpol PP curiga. Petugas menduga surat itu palsu karena format dan jenis huruf yang digunakan berbeda-beda.

“Dia otomatis ngeluarin surat. Nah, ini yang jadi kuncinya. Dia ngeluarin surat seperti surat jalan. Setelah dibaca oleh petugas, diteliti, langsung petugas menyatakan ini pasti palsu. Itu suratnya seperti surat jalan bahwa surat itu barang ini adalah milik mohon maaf ya Rumah Sakit Siloam. (Seakan-akan) ini punyanya Rumah Sakit Siloam yang kemudian dialihkan kepada dia untuk dijual,” bebernya.

Adapun dalam surat tersebut tercantum daftar barang berupa 32 kursi besi beton, 23 pot bunga berukuran 70×60 sentimeter, serta 12 pembatas parkir sepeda motor.

Meski demikian, Irna menegaskan daftar itu belum dapat dipastikan sebagai jumlah barang yang seluruhnya telah dicuri. Petugas menduga surat jalan palsu itu disiapkan pelaku sebagai alibi, jika aksinya dipertanyakan petugas maupun masyarakat.

Saat memeriksa bagian dalam tempat loak itu, Satpol PP juga menemukan sejumlah kursi lain yang telah dipotong dan dilebur. Melihat hal tersebut, petugas kemudian membawa kedua orang yakni si penerima/pemilik loak, serta pria yang menunjukan surat jalan tersebut ke kantor polisi.

Saat diselidiki oleh polisi, terungkaplah modus operandinya, pelaku menggunakan ambulans pribadi untuk berkeliling dan mengangkut kursi milik Pemkot Surabaya.

“Nah, kasus ambulans ini tidak ada di lokasi ya waktu itu, tidak ada lokasi di Kaliwaron, tidak ada. Tetapi kita mengetahui dari saat dilakukan penyidikan oleh polisi. Nah, kami berada di situ, petugas kami sebagai saksi. Di situ dikatakan bahwa modus dia memang membawa ambulans, ambulansnya ambulans pribadi. Nah, ini orangnya mohon maaf ya ini orang Sumenep,” ujar Irna.

BACA JUGA: Satpol PP Surabaya Amankan Pemilik Lapak Barang Bekas Tempat 2 Kursi Logo Pemkot Ditemukan
BACA JUGA: Empat Kursi Taman Kota Surabaya Hilang, Pemkot Polisikan Pencuri dan Penadah

Setelah diinterogasi, polisi kemudian membawa pelaku menelusuri sejumlah tempat kejadian perkara. Sedikitnya terdapat empat lokasi yang didalami, yaitu kawasan Embong Malang, Taman Teletubbies di Lakarsantri, depan Instalasi Rawat Darurat RSUD dr. Soetomo, dan kawasan Siloam.

“Dan dari teman-teman polisi juga didukung bukti dari CCTV-nya teman-teman RSUD Dr. Soetomo, terlihat di situ satu orang (yang ngambil kursi),” bebernya.

Dari pengakuannya, pelaku beraksi sekitar pukul 04.00 WIB, ketika aktivitas masyarakat mulai berjalan, karena warga yang hendak ke pasar maupun bekerja tidak mencurigai pengangkutan kursi tersebut.

Bahkan suatu waktu, kata Irna, pelaku meminta bantuan orang yang berada di sekitar lokasi untuk menaikkan kursi ke dalam ambulans. Orang yang membantu itu tidak mengetahui bahwa kursi itu dicuri.

“Karena dia bawa ambulans, gitu kan. Nah tadi seakan-akan (dia) petugas dan memang itu bawa surat. Jadi Nanti ada orang di situ minta tolong ‘eh minta tolong ngangkatin ke dalam’. Orang yang dimintai bantuan itu tidak ada sangkut pautnya,” kata Irna.

Pada kesempatan itu, M. Fikser Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya mengatakan, kursi taman milik Pemkot memiliki ciri khusus berupa logo pemerintah kota di bagian tempat duduk atau sandaran.

Dia membeberkan, berdasarkan data DLH, Pemkot Surabaya telah memasang kursi untuk fasilitas warga di sekitar 220 titik sejak periode 2016 hingga 2026. Namun dari ratusan kursi itu, sebanyak 47 kursi dilaporkan telah hilang dicuri.

Nilai setiap kursi diperkirakan mencapai sekitar Rp3 juta. Kursi-kursi itu sebetulnya punya bobot cukup berat dan tidak bisa dibawa hanya satu orang saja. Selain itu, kursi dipasang berbagai pengaman seperti dibaut dan dilas, namun tetap saja dimaling.

“Selain memang dia berat, kita juga pasang ya ada semacam las yang kunci yang kita di kaki. Selain itu kita pakai baut ya yang kita pakai drat untuk kita kunci. Ada juga yang di las. Untuk menjaga supaya kursi itu jangan diambil ya tidak bergeser. Tapi kenyataan juga yo diambil (dimaling), ngambilnya pake las motong,” beber Fikser.

Para pelakunya, kata Fikser, sudah ditangkap dan diamankan oleh petugas Ia memastikan kasus pencurian fasilitas publik diproses secara pidana berat. Bahkan ada yang sudah dilanjutkan prosesnya sampai pengadilan.

“Nah, ada beberapa kasus yang kemudian kita tangkap ya, ditangkap oleh teman-teman kemudian diajukan dalam proses hukum selanjutnya sampai ke pengadilan. Ya, disidangkan,” ucapnya.

DLH turut mengajak masyarakat terlibat dalam pengawasan. Warga yang memotret aksi pencurian atau pembuangan sampah sembarangan dan mengirimkan bukti tersebut melalui akun Instagram DLH Surabaya akan mendapat apresiasi Rp300 ribu.

“Bukan sekadar melapor, tetapi harus ada orang yang melakukan pengambilan atau pencurian, cukup difoto dan diunggah ke Instagram Dinas Lingkungan Hidup. Itu kita respons dan kita berikan Rp300 ribu,” kata Fikser.

Ia menegaskan fasilitas kota dibeli menggunakan anggaran publik sehingga menjadi milik bersama, bukan hanya milik pemerintah. Karena itu, pengawasan terhadap aset kota juga membutuhkan kepedulian masyarakat. (bil/ipg)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Viral Komentar Nakes ke Pasien BPJS, Menkes: Hati Saya Sedih
• 8 jam laludisway.id
thumb
Komunikasi ATR/BPN baik dan meraih Popular Government Institutions
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
MES Sulsel Bersama OJK Gelar Seminar dan Raker, Perkuat Syiar Ekonomi dan Keuangan Syariah
• 21 jam laluharianfajar
thumb
James Trafford gabung Leeds United, jadi kiper termahal Inggris
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
Saatnya Laksamana Muhammad Ali Memimpin TNI: Menjaga Keseimbangan Politik dan Soliditas Antarmatra
• 7 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.