Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih anyar AC Milan, Ruben Amorim, mulai mengungkap filosofi permainan yang ingin dibangunnya bersama Rossoneri. Juru taktik asal Portugal itu menegaskan dirinya tidak akan terpaku pada satu formasi seperti saat masih menangani Manchester United.
Pernyataan tersebut disampaikan Amorim menjelang laga pramusim melawan Chelsea. Pertandingan itu akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Sabtu (8/8/2026) malam WIB.
Laga kontra Chelsea menjadi salah satu ujian awal bagi Amorim bersama AC Milan. Pertandingan tersebut juga menjadi kesempatan baginya untuk mulai memperlihatkan arah permainan yang ingin diterapkannya kepada publik.
Kehadiran Amorim di San Siro menandai dimulainya era baru Rossoneri. Pelatih berusia 41 tahun itu ditunjuk setelah menjalani periode yang kurang memuaskan bersama Manchester United.
Pengalamannya di klub Inggris tersebut membuat banyak pihak penasaran dengan pendekatan taktik yang akan digunakan di AC Milan. Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah kebiasaannya memainkan formasi tiga bek.
Selama menangani Manchester United, Amorim identik dengan pola 3-4-2-1. Formasi tersebut menjadi ciri khas yang kerap digunakannya dalam berbagai pertandingan.
Namun, Amorim memastikan situasinya akan berbeda di AC Milan. Ia mengaku tidak ingin membatasi timnya hanya pada satu sistem permainan.
Menurutnya, sepak bola modern menuntut sebuah tim mampu beradaptasi dengan berbagai situasi. Karena itu, fleksibilitas menjadi aspek yang jauh lebih penting daripada sekadar susunan formasi.
"Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah bahwa kami tidak memiliki sistem yang baku. Kami akan menggunakan berbagai cara bermain," ujar Amorim, Jumat (7/8/2026).
Eks pelatih Sporting CP itu menjelaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah membangun fondasi tim. Ia ingin seluruh pemain terlebih dahulu memahami identitas permainan yang akan diterapkan.
Amorim menilai pembentukan karakter tim jauh lebih penting daripada memikirkan angka-angka dalam susunan formasi. Baginya, kualitas permainan harus menjadi prioritas utama.
Ia juga menekankan bahwa sepak bola modern berkembang sangat cepat. Sebuah tim dituntut mampu mengubah pendekatan permainan sesuai situasi yang terjadi di lapangan.




