Produksi Emas Tiongkok Turun Hampir 15%, Konsumsi Perhiasan Emas Anjlok 34% 

erabaru.net
6 jam lalu
Cover Berita

Data terbaru dari Asosiasi Emas Tiongkok menunjukkan bahwa pada paruh pertama tahun 2026, produksi emas Tiongkok turun hampir 15% secara tahunan, sementara konsumsi perhiasan emas anjlok hampir 34%, mencatat salah satu penurunan terbesar dalam beberapa tahun terakhir

EtIndonesia.com  Pada 6 Agustus, Asosiasi Emas Tiongkok merilis data statistik terbaru yang menunjukkan bahwa produksi emas Tiongkok pada semester pertama tahun ini mencapai 152,908 ton, turun 14,62% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Mengenai penyebab penurunan produksi emas, Asosiasi Emas Tiongkok menyatakan bahwa pada paruh pertama tahun ini, sejumlah provinsi penghasil emas utama melaksanakan inspeksi menyeluruh terhadap keselamatan tambang, penertiban besar-besaran, dan program pengawasan khusus. Sebagian tambang menghentikan operasinya untuk melakukan pemeriksaan mandiri, sehingga mempengaruhi produksi emas sampai batas tertentu.

Di sisi konsumsi, total konsumsi emas Tiongkok pada semester pertama mencapai 511,412 ton, meningkat 1,23% dibandingkan tahun lalu. Rinciannya, konsumsi perhiasan emas mencapai 132,133 ton, turun 33,88%; konsumsi emas batangan dan koin emas mencapai 339,336 ton, naik 28,42%; sedangkan penggunaan emas untuk industri dan keperluan lainnya mencapai 39,943 ton, turun 2,9%.

Asosiasi Emas Tiongkok menyatakan bahwa fluktuasi harga emas yang tinggi, ditambah penerapan aturan baru perpajakan emas, menyebabkan struktur konsumsi emas terus berubah. Emas batangan dan koin emas menjadi produk yang paling diminati pasar. Sementara itu, tingginya harga emas juga meningkatkan biaya penggunaan emas bagi perusahaan industri, sehingga permintaan emas untuk keperluan industri menurun.

Selain itu, data Asosiasi Emas Tiongkok menunjukkan bahwa pada paruh pertama tahun 2026, penambahan kepemilikan ETF emas domestik di Tiongkok mencapai 28,677 ton, turun 66,17% dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Selama paruh pertama tahun 2026, Tiongkok menambah cadangan emas sebesar 40,12 ton. Hingga akhir Juni, total cadangan emas negara mencapai 2.346,45 ton, menempati peringkat kelima terbesar di dunia. Sejak November 2024 hingga Juni 2026, Tiongkok telah menambah cadangan emas selama 20 bulan berturut-turut.

Sejumlah analis berpendapat bahwa salah satu tujuan utama Partai Komunis Tiongkok (PKT) terus menambah cadangan emas adalah membangun pasar perdagangan emas di Hong Kong yang setara dengan Bursa Emas London, menjadikan Hong Kong sebagai pusat perdagangan emas di Asia, serta berupaya bersaing dengan London dan New York dalam pasar emas. 

Melalui langkah tersebut, PKT berupaya memperoleh pengaruh lebih besar terhadap penetapan harga komoditas global sekaligus mendorong internasionalisasi mata uang Renminbi (RMB).

Sumber : NTDTV.com 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mitsubishi Fuso Perkuat Standar Karoseri untuk Tingkatkan Keselamatan Kendaraan Niaga
• 13 jam lalurepublika.co.id
thumb
Polda Metro Sebut Ratusan Senjata di Sekolah Swasta di Jaksel Bukan Senpi, Tapi Senapan Angin
• 1 jam lalurepublika.co.id
thumb
Pesona Musim Dingin: Liburan Tahun Baru di Chongqing dan Chengdu, China
• 30 menit laluidxchannel.com
thumb
Sebelum Ingatan Memudar, Cara Berjalan Anda Bisa Mengungkap 5 Gangguan Otak Tersembunyi
• 5 jam laluerabaru.net
thumb
Wujudkan Visi sebagai Community Service, Para Dekan Baru Universitas Ahmad Dahlan Diminta Fokus pada Lima Agenda Strategis
• 18 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.