2 Orang Ditangkap Terkait Pidato Prabowo, Kompolnas Ingatkan Putusan MK: Kegaduhan di Ruang Digital Bukan Pidana

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Choirul Anam mengingatkan kepada aparat kepolisian bahwa ada putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengatakan kegaduhan di dunia digital bukan termasuk pidana.

"Perlu kami ingatkan bahwa tindakan kepolisian harus tetap patuh pada aturan hukum yang berlaku, termasuk pada putusan Mahkamah Konstitusi," kata Anam kepada Kompas.com, Jumat (7/8/2026).

Hal ini disampaikan Anam merespons penangkapan Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Barat terhadap dua orang berinisial AYP (49, dan AF (40).

Baca juga: Prabowo Hadiri Peluncuran Buku tentang Bahlil, Didampingi Luhut-Dasco

Keduanya ditangkap berkaitan unggahan dan komentar yang memuat pidato Presiden Prabowo Subianto mengenai program senjata nuklir Iran disertai komentar nada provokatif.

"Putusan MK yang memberikan makna bahwa dinamika yang ada di ruang siber itu berbeda dengan dinamika yang ada di ruang nyata, kehidupan nyata," ucapnya.

Anam mengatakan, putusan MK ini harus menjadi pedoman agar ruang siber tetap menjadi bagian dari kebebasan berekspresi dan menyampaikan pendapat masyarakat.

Baca juga: Dua Orang Ditangkap Usai Unggah dan Komentari Pidato Prabowo soal Nuklir Iran

Namun ia juga menekankan jika yang terjadi adalah fitnah dan propaganda kebencian.

"Propaganda untuk melakukan kekerasan yang dalam konteks hak asasi manusia memang dilarang. Tapi dinamika yang ada di ruang siber tidak bisa serta merta menjadi ruang batu pijak untuk penegakan hukum. Itu yang sudah dimaknai oleh putusan Mahkamah Konstitusi," ucapnya.

Sebab itu, Kompolnas mengingatkan kepolisian bisa bertindak profesional dan patuh terhadap koridor hukum dan HAM yang berlaku di Indonesia.

Baca juga: Ilmuwan BRIN Lapor ke Prabowo soal Nuklir, Lalu Mikrofon Dimatikan

Penangkapan AYP dan AF

AYP ditetapkan sebagai tersangka karena diduga membuat, mengedit, dan mentransmisikan konten di Threads.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Sementara AF diduga mengunggah komentar bernada provokatif pada unggahan tersebut.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Viral Wanita ASN Bandung Barat Live TikTok di Jam Kerja, Singgung Fee Proyek
• 10 jam laludetik.com
thumb
Menkes Budi Menjawab soal Peluang Ada Sanksi pada Nakes "Nirempati" yang Komentari Curhatan Pasien BPJS Yurizal
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Sepertinya Ada Pihak Cek Ombak dengan Isu Pergantian Kapolri
• 14 jam lalujpnn.com
thumb
Pemkab Luwu Timur Buka Suara soal Pengosongan Lahan PSN IHIP di Laoli: Kami Lakukan dengan Cara Humanis
• 1 jam laluterkini.id
thumb
Roy Suryo Seret Nama Silfester, Beber Gugatan Pencekalan ke Praperadilan Kasus Ijazah Jokowi
• 23 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.