Pantau - Pemerintah Maroko menyatakan siap bekerja sama dengan Spanyol dan Uni Eropa untuk memulangkan anak-anak di bawah umur yang terlantar di luar wilayahnya tanpa didampingi orang tua di tengah krisis migrasi yang melanda Ceuta.
Ceuta Hadapi Lonjakan Imigran AnakMenurut laporan portal Hespress, Maroko menyatakan kesiapan tersebut sebagai respons atas meningkatnya jumlah anak imigran tanpa pendamping di wilayah Ceuta, daerah kantong Spanyol yang berbatasan langsung dengan Maroko.
Otoritas Ceuta pada Selasa (4/8) melaporkan sebanyak 862 anak imigran berada di bawah pengawasan pemerintah kota.
Kapasitas sistem penampungan di Ceuta diketahui hanya dirancang untuk menampung 29 anak di bawah umur.
Akibat keterbatasan tersebut, pemerintah setempat mengubah dua gedung sekolah serta beberapa bangunan lain menjadi pusat penampungan sementara.
Krisis Migrasi Masih BerlangsungCeuta mengalami lonjakan arus migran dalam jumlah besar pada akhir Juli.
Kementerian Dalam Negeri Spanyol mencatat sekitar 72.000 orang memasuki Ceuta dalam periode tersebut.
Sebanyak 70.000 orang di antaranya kemudian kembali ke Maroko.
Kerja sama antara Maroko, Spanyol, dan Uni Eropa diharapkan dapat mempercepat proses pemulangan anak-anak imigran tanpa pendamping sekaligus membantu penanganan krisis migrasi di kawasan perbatasan.




