BANGKOK - Jumlah korban tewas dalam penembakan massal di Sekolah Debsirin cabang Nonthaburi, di pinggiran ibu kota Bangkok, Thailand pada Jumat, (7/8/2026) telah bertambah menjadi delapan orang. Angka tersebut bertambah setelah pelaku, seorang siswa remaja, diketahui menembak kakek neneknya di rumah sebelum melakukan aksinya di sekolah tersebut.
Video dari lokasi kejadian memperlihatkan staf sekolah bergegas membawa para siswa keluar dari ruang kelas, sementara polisi berupaya mencari pelaku penembakan.
Menurut keterangan polisi yang dilansir BBC, pelaku adalah seorang siswa berusia 14 tahun di sekolah tersebut yang melepaskan tembakan ke arah guru dan sesama siswa sebelum akhirnya mengakhiri hidupnya sendiri. Pelaku penembakan tersebut juga diduga telah membunuh kakek-neneknya, yang ditemukan tewas di rumah, sebelum pergi ke sekolah.
Sebelumnya, polisi menyebutkan ada enam orang yang tewas dalam penembakan di sekolah tersebut, namun pihak berwenang kini mengklarifikasi bahwa sejauh ini terdapat lima korban tewas lainnya di sekolah itu, yang semuanya adalah guru. Pelaku penembakan juga telah ditemukan dalam keadaan tewas setelah mengakhiri nyawanya sendiri.
Peristiwa penembakan ini menyusul insiden serupa di sebuah sekolah di Thailand selatan pada bulan Februari lalu. Insiden tersebut memicu pertanyaan—yang kini dipastikan akan kembali mengemuka—mengenai betapa mudahnya mendapatkan senjata api di Thailand.
(Rahman Asmardika)




