Tangis Juara Pramuka Asal Ende: Nyaris Gagal ke Jambore Nasional, Tak Ada Biaya

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Tangis anggota Pramuka asal Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), pecah usai penutupan Jambore Daerah (Jamda) X Gerakan Pramuka NTT. Mereka yang merupakan peserta berprestasi nyaris gagal mengikuti Jambore Nasional di Cibubur, Jakarta, karena terkendala biaya.

Video yang memperlihatkan para anggota Pramuka menangis sambil memeluk Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka NTT, Sinun Petrus Manuk, kemudian viral di media sosial dan memicu perhatian publik.

Mereka mengatakan tidak dapat mengikuti Jambore Nasional karena tak punya biaya.

Di hadapan para siswi Pramuka itu, Sinun juga menyampaikan harapannya agar Pemerintah Kabupaten Ende memberikan perhatian terhadap kondisi tersebut.

"Pak Bupati Ende, saya Sinun Petrus Manuk, Ketua Kwartir Daerah, berurai air mata bersama anak-anak ini. Anak-anak ini tidak dapat berangkat ke Jambore Nasional karena tidak ada dana untuk beli tiket. Pak Bupati minta tolong, tolong bantu anak-anak Ende ini, mereka sudah latihan berbulan-bulan," kata Sinun di video.

Penjelasan Sinun

Ditemui di kantornya, Jumat (7/8), Sinun menjelaskan momen itu terjadi saat penutupan Jambore Daerah (Jamda) X Gerakan Pramuka NTT di Bumi Perkemahan Fatubena, Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, pada 2 Agustus 2026.

Sinun mengatakan para peserta sebenarnya telah dipersiapkan untuk mengikuti Jambore Nasional. Seluruh proses administrasi, termasuk pendaftaran peserta secara daring dan pembayaran iuran Jambore Nasional sekitar Rp 40 juta, telah diselesaikan.

Namun, keterbatasan anggaran lainnya membuat kontingen asal Ende tidak bisa langsung melanjutkan perjalanan ke Jakarta setelah Jambore Daerah (Jamda) berakhir.

"Anak-anak itu berangkat dari Ende mengikuti Jambore Daerah. Mereka sudah yakin berangkat ke Jambore Nasional karena secara administratif sudah terdaftar secara online. Begitu penutupan tahu bahwa mereka tidak berangkat, sementara teman-teman lainnya sudah euforia akan berangkat ke Jambore Nasional, akhirnya anak-anak mulai terganggu hingga seperti di video itu," ujar Sinun kepada wartawan, Jumat (7/8).

Menurut Sinun, usai penutupan Jamda pada 2 Agustus 2026, kontingen Ende terpaksa kembali ke daerah asal karena belum memiliki dana yang cukup untuk melanjutkan perjalanan ke Jambore Nasional.

Ia mengatakan kebutuhan biaya keberangkatan (transportasi dll) mencapai sekitar Rp 150 juta. Pemerintah Kabupaten Ende kemudian memberikan bantuan sebesar Rp 100 juta, sementara kekurangan dana sekitar Rp 50 juta dipenuhi melalui gotong royong orang tua peserta, sekolah, gugus depan, serta berbagai pihak yang tergerak membantu.

"Rasa haru itu luar biasa. Banyak pihak ikut membantu, bahkan ada yang dari luar daerah juga ingin menyumbang biaya anak-anak agar bisa berangkat," katanya.

Video tangis para peserta juga mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk Kwartir Nasional Gerakan Pramuka hingga Menteri Pemuda dan Olahraga yang meminta penjelasan terkait kendala yang dihadapi kontingen Ende.

Selain persoalan anggaran, kontingen Ende juga sempat menghadapi kendala tiket kapal setelah kembali ke daerah asal. Kwarda NTT kemudian berkoordinasi dengan PT Pelni hingga tiket keberangkatan dari Maumere berhasil diterbitkan.

47 Anggota Pramuka Ende Berangkat

Kini, sebanyak 47 anggota Pramuka asal Ende dipastikan dapat mengikuti Jambore Nasional. Mereka bergabung dengan rombongan Kwarda NTT menuju Jakarta melalui jalur laut bersama total 756 peserta dari NTT.

Sinun berharap para peserta dapat menjaga nama baik daerah selama mengikuti kegiatan nasional tersebut.

"Anak-anak harus tetap sehat, jaga kekompakan, promosikan budaya NTT, dan kibarkan nama Nusa Tenggara Timur di kancah nasional," katanya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Edit Foto Mantan Jadi Konten Bokep dengan AI, Polisi Ungkap Motif Sakit Hati
• 10 jam lalueranasional.com
thumb
Timnas Indonesia Dapat Tips Cara Bungkam Singapura, Demi Tiket ke Semifinal Piala AFF 2026
• 12 jam lalubola.com
thumb
Pria Tersetrum Saat Hendak Curi Kabel di Gardu PLN Sunter Jakut, Luka Bakar 70 Persen
• 3 jam lalukompas.com
thumb
Gebyar Inovasi Pendidikan 2026 di Klaten, Guru dan Siswa Pamerkan Karya Kreatif yang Inovatif
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
2 Orang Ditangkap Terkait Pidato Prabowo, Kompolnas Ingatkan Putusan MK: Kegaduhan di Ruang Digital Bukan Pidana
• 4 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.