JAKARTA - Pihak yayasan sekolah swasta di Jakarta Selatan mengeluhkan kinerja polisi yang lamban dalam menindaklanjuti temuan ratusan senjata, narkoba dan CD porno di salah satu ruangan. Alhasil, pihak yayasan mengadu ke Komisi Perlidungan Anak Indonesia (KPAI) hingga Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Kuasa hukum yayasan sekolah swasta di Jakarta Selatan, Hermawanto telah mengadukan segala temuan yang ada di lingkungan kliennya, baik ratusan senjata, narkoba, CD porno ke Polres Metro Jakarta Selatan
"Sudah kami sampaikan ke aparat. Hanya saja memang aparat menurut kami itu lamban bertindak. Lamban sekali," ujar Hermawanto saat ditemui di halaman sekolah, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (7/8/2026).
Bahkan, Hermawanto mengaku, petugas kepolisian belum pernah menyentuh senjata yang tersimpan dalam salah satu ruangan tersebut.
"Bahkan bayangkan ruangan yang masih tertutup pakai segel, pakai police line itu pun aparat tidak pernah menyentuh apa pun kecuali kami yang meminta. Jadi itulah kondisinya," katanya.
Hermawanto berkata, pihaknya telah mengadu ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), KPAI hingga Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
"Kami sekarang sedang sudah berkomunikasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, kami juga sudah berkomunikasi dengan KPAI, kami juga sedang berkomunikasi dengan Gubernur DKI Jakarta," tutur Hermawanto.




