-
-
-
-
-
Tiket konser BLACKPINK sebelumnya sempat disinggung sebagai salah satu pemicu konflik antara Ruben Onsu dan Sarwendah. Hal tersebut diungkapkan oleh Minola Sebayang, kuasa hukum Ruben Onsu beberapa waktu yang lalu. Kala itu, Ruben tidak bisa menyanggupi permintaan Sarwendah yang mendadak meminta tambahan tiket konser BLACKPINK saat konser di Jakarta.
Terkait hal tersebut, pihak kuasa hukum Sarwendah yaitu Abraham Simon, akhirnya memberikan tanggapan. Dia menegaskan permintaan penambahan kursi murni didasari oleh faktor keamanan anak-anak. Mengingat konser tersebut digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sarwendah khawatir anak-anak hanya didampingi oleh Betrand Peto (Onyo) tanpa orang dewasa lainnya.
"Konser BLACKPINK itu kan ramai ya, ribuan orang di dalam stadion itu. Kalau hanya Onyo yang bersama dengan dua adik-adiknya, kalau salah satu mau ke toilet seperti apa? Apa mereka harus ditinggal salah satu di tempat duduk, apa harus diboyong semua? Nah, ini yang menjadi kekhawatiran klien kami," kata Abraham Simon, dikutip dari Youtube Cumicumi.
Bukan hanya itu, Abraham Simon menjelaskan bahwa awalnya tiket tersebut diperuntukkan bagi Ruben Onsu dan anak-anaknya. Namun, karena sang presenter mendadak berhalangan hadir, maka Sarwendah mencoba mencari solusi agar posisi pendamping anak-anaknya tetap berada dalam satu barisan.
"Itu kenapa akhirnya klien kami bertanya, 'Bisa gak ada satu row lagi tempat duduk yang satu row?'. Benar, klien kami bertanya, tapi satu yang tidak dijelaskan oleh kuasa hukum RO, klien kami menjawab, bertanya, 'Gak apa-apa aku yang bayar aja'," jelasnya.
Oleh karena itu, tim kuasa Sarwendah menyayangkan adanya penggiringan opini yang menyebut klien mereka memberikan tekanan kepada pihak Ruben Onsu. Padahal, faktanya wanita berusia 36 tahun itu bersedia menanggung biaya tiket tambahan tersebut secara pribadi. Namun hal itu tidak diungkap ke publik sehingga membangun citra buruk terhadap Sarwendah.
"Jadi klien kami memang meminta untuk satu seat satu row, tapi klien kami yang akan bayar. Tujuannya apa? Supaya mendampingi orang yang pada saat itu misalkan bertiga kalau salah satu mau ke toilet salah satu tidak perlu ikut, ada yang menjaga. Tujuannya baik dan maksudnya pun baik, mau membayar," papar Abraham. (ND)





