JAKARTA, KOMPAS.com - Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Barat menyebut penumpukan sampah di RW 03, Kelurahan Kedaung Kali Angke, Cengkareng, dipicu oleh transisi sistem pengelolaan sampah dari pola lama (kumpul-angkut-buang) menjadi pola baru (pilah-angkut-olah).
"Serta adanya pembatasan ritasi truk yang membuang ke UPST Bantar Gebang," kata Kepala Sudin LH Jakarta Barat Aldi Jansen saat dikonfirmasi, Jumat (7/8/2026).
KOMPAS.COM/Pandi Ramedhan Penampakan gunungan sampah yang berada di di RT 04 RW 03 Kelurahan Kedaung Kali Angke, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (7/8/2026).
Jansen mengungkapkan, volume sampah yang menumpuk di lokasi tersebut diperkirakan mencapai sekitar 140 ton.
Baca juga: Temuan 995 Senjata Api di Sekolah, Anggota DPR: Tidak Mungkin Secara Sah Punya Sebanyak Itu
Untuk menangani penumpukan sampah tersebut, Sudin LH Jakarta Barat melalui Satuan Pelaksana (Satpel) Lingkungan Hidup Kecamatan Cengkareng mengerahkan 13-15 truk, satu alat berat shovel loader, serta puluhan petugas.
"Hari ini kami targetkan penumpukan sampah di RW 03 Kedaung Kali Angke tuntas sehingga akses warga, termasuk menuju sekolah kembali normal," ujar Jansen.
"Kami juga mengajak masyarakat untuk terus melakukan pemilahan dan pengurangan sampah sesuai Ingub Nomor 5 Tahun 2026," imbuhnya.
Lokasi Akan Ditutup
Lurah Kedaung Kali Angke Muchammad Ghufri Fatchani mengatakan, pihaknya telah mengirimkan surat terkait rencana penutupan tempat pembuangan sampah di lokasi tersebut.
"Kami sudah bersurat untuk menutup tempat pembuangan sampah tersebut dan akan menatanya. Dan baru kali ini bisa ditiindak lanjuti dan pas viral juga," kata Ghufri kepada wartawan di lokasi, Jumat.
Menurut Ghufri, lokasi tersebut sebelumnya merupakan tempat pembuangan sampah sementara (TPS).
Baca juga: Kekeringan di Keranggan Tangsel Meluas, Ada 11 RT Terdampak
Namun, lokasi itu telah dikosongkan karena akan digunakan untuk kepentingan Kementerian Agama.
"Waktu belum terkendala dengan Bantar Gebang, kami sempat kosongkan ini ya, karena memang akan dibuatkan sesuatu oleh Kementerian Agama, di tanah Kementerian Agama. Namun setelah itu ada masalah Bantar Gebang, ya, sehingga penumpukan terjadi lagi," ungkap dia.
Ghufri mengatakan, penumpukan sampah di lokasi tersebut telah terjadi dalam beberapa bulan terakhir.
Ia juga menjelaskan bahwa penumpukan sampah hingga menggunung di RT 04/RW 03 tersebut baru ditangani setelah kondisi itu viral.
Menurut Ghufri, selama ini Sudin LH Jakarta Barat mengalami kendala dalam ketersediaan truk pengangkut sampah.
"Selama ini Sudin LH kesulitan buat kesediaan truk angkut sampahnya yang memang terkendala pembuangan sampah di Bantar Gebangnya," katanya.