JAKARTA - Penemuan ratusan senjata api, narkoba hingga puluhan CD porno di salah satu ruangan, terungkap setelah adanya sengketa dengan pimpinan yayasan terdahulu berinisial IWD. Polisi saat ini masih menyelidiki kasus tersebut.
"Iya, karena tanpa ada sengketa itu kami enggak bisa masuk,” ujar Kuasa hukum yayasan sekolah swasta di Jakarta Selatan, Hermawanto, saat ditemui di sekolah, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (7/8/2026).
‘’Justru karena sengketa itu, kami kemudian memberhentikan dia ketua, lalu kemudian kami punya akses untuk masuk ke dalam ruangan," lanjut Hermawanto.
Kliennya sebelumnya memecat telah IWD dari pucuk pimpinan yayasan setelah menjabat 15 tahun lamanya.
"Akhirnya kami coba buka-buka, enggak tahunya ketika kami buka ruangan itu, kita temukan barang terlarang. Seandainya tidak ada sengketa, mungkin senjata itu masih ada di sini," ujarnya.
Hermawanto menjelaskan, sengketa itu didasari atas adanya indikasi penyalahgunaan dana yayasan dalam membeli tanah pada 2013. Uang pembelian tanah tersebut diambil dari dana yayasan.
"Enggak tahunya empat tahun kemudian sertifikat tanah itu atas nama istrinya, bukan atas nama sekolah yayasan. Dan tahu istrinya itu adalah anggota pembina," kata Hermawanto.




