JAKARTA, DISWAY.ID - Pengusaha jalan tol, Jusuf Hamka menyebut jalan Tol Harbour II ruas Ancol Timur-Pluit bisa tahan menghadapi gempa dengan hingga 1.000 tahun.
Ia mengatakan, tol ini dirancang dengan standar ketahanan gempa terbaru yang ditetapkan pemerintah.
Menurut Penasehat PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) ini, standar tahan gempa 1.000 tahun diterapkan sebagai bagian dari standar yang harus dipenuhi dalam pembangunan jalan tol.
BACA JUGA:Diperiksa Kejagung, Febrie Adriansyah dan Nurman Herin Belum Keluar dari Ruang Penyidik
Jadi, standar ketahanan gempa dibuat bukan lagi untuk 100 tahun, tapi 1.000 tahun yang akan datang.
"Kita akan bekerja yang baik dan insya Allah jalan kita ini kekuatan anti-gempanya bukan 100 tahun lagi. Betul ya Pak Dirut WIKA? 1.000 tahun sekarang. Jadi ini tuntutan dari pemerintah," tutur Jusuf Hamka saat meninjau Tol Harbour Road II, di Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2026.
Sosok yang akrab disapa Babah Alun ini menambahkan, selain aspek keselamatan, Harbour Road II juga dikerjakan seluruhnya oleh tenaga kerja dalam negeri.
Ia memastikan proyek pembangunan tol layang sepanjang 9,6 km ini tidak melibatkan tenaga kerja asing.
Bahkan, proyek ini juga dibiayai sepenuhnya oleh pihak swasta.
BACA JUGA:Diperiksa Kejagung, Febrie Adriansyah dan Nurman Herin Belum Keluar dari Ruang Penyidik
Jadi, seluruh proses pembangunannya tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Ini dibangun oeh anak bangsa sendiri, tanpa ada orang-orang luar negeri. Ini juga tidak menggunakan APBN," tegas Babah Alun.
Pengusaha muslim ini berharap proyek Tol Harbour Road II terus mendapat dukungan dari pemerintah agar selesai sesuai target.
Jusuf Hamka juga berharap kemampuan perusahaan konstruksi nasional semakin berkembang agar bisa bersaing dengan perusahaan asing di tingkat global.
Direktur Utama CMNP Arief Budhy Hardono memastikan ketahanan gempa Harbour Road II mengikuti standar ketentuan dari pemerintah.
- 1
- 2
- »





