Ultimatum Kepala Daerah, Prabowo: Saya Tidak Segan-segan Turun Tangan...

kompas.com
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan bahwa dirinya tidak segan-segan untuk turun tangan mengatasi teriakan rakyat, apabila para kepala daerah tidak mampu menyelesaikannya.

Hal tersebut Prabowo sampaikan saat menghadiri acara peluncuran buku bertajuk "10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia" di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2026).

"Kalau gubernur, kalau bupati, kalau camat, kalau kepala desa tidak bisa mengatasi teriakan rakyat di desa, kita tidak segan-segan Presiden turun tangan, kita memenuhi apa yang diteriakkan oleh rakyat," ujar Prabowo.

Baca juga: Prabowo untuk Generasi Penerus: Kuat Hadapi Persaingan yang Keras? Atau Mudah Mengeluh?

Prabowo kemudian menyinggung banyaknya perbaikan yang sudah dilakukan pemerintah.

Dia memamerkan bahwa pemerintahannya telah memperbaiki puluhan ribu sekolah, dan bahkan menargetkan 100.000 sekolah pada 2027.

"Dan kita akan selesaikan dalam tiga tahun yang akan datang semua sekolah di Indonesia akan kita perbaiki. Semua puskesmas Indonesia yang sudah 30 tahun lebih tidak diperbaiki, kita akan perbaiki," tegasnya.

Baca juga: Prabowo Nilai Tulisan Buku Pelajaran Kecil, Pemerintah Lakukan Pembaruan

"Prestasi-prestasi kita riil. Sekian ribu jembatan yang kita bangun, jembatan yang dirasakan oleh rakyat. Rakyat teriak dan melalui teknologi kita segera tangkap, kita segera tanggap, kita reaksi. Dan hari ini kita sudah mendekati 2.500 jembatan seluruh desa-desa di Indonesia. Yang banyak tidak diingat oleh banyak elite Indonesia," sambung Prabowo.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Lalu, Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah pusat sudah menyalurkan dana desa sebesar Rp 1 miliar per tahunnya.

"Jembatan di desa harganya mungkin Rp 400 juta rata-rata, Rp 700 juta, Rp 800 juta. Yang besar mungkin Rp 2 miliar, Rp 3 miliar. Sesungguhnya semua desa, semua pimpinan desa bisa memenuhi jembatan-jembatan itu. Tapi oke, kita tidak mengeluh, tidak cari kambing hitam, tidak mempersoalkan masa lalu. Selesaikan hari ini," tukasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadwal Piala AFF 2026: Timnas Indonesia Jalani Laga Hidup Mati Malam Ini!
• 15 jam lalumedcom.id
thumb
Isu Ada Wamenhan Baru Mencuat, Anggota Komisi I: Harus Mampu Kelola Pertahanan
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
28 Pegiat Medsos Ditangkap Karena Sebar Hoaks, 10 Jadi Tersangka
• 5 jam lalukompas.com
thumb
VinFast Tampilkan Jajaran Kendaraan Listrik yang Semakin Lengkap dan Program Menarik bagi Pelanggan di GIIAS 2026
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Peta Cinta Jadi Andalan Jember, Dapat Apresiasi dari Dirjen Dukcapil
• 17 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.