Perang UEFA Vs FIFA Memanas, 5 Turnamen Terancam Diboikot Negara Eropa

wartaekonomi.co.id
1 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

UEFA mengancam tidak mengirim wakil Eropa ke lima turnamen FIFA sebagai bentuk protes terhadap kepemimpinan Gianni Infantino. Sikap tersebut muncul setelah tuntutan UEFA terkait rencana komersialisasi kompetisi FIFA belum dipenuhi.

Lima turnamen yang berpotensi terdampak berada di berbagai kelompok usia dan kategori. Ajang tersebut meliputi Piala Dunia Putri U-20 di Polandia pada September 2026, Piala Dunia Putri U-17 di Maroko pada Oktober 2026, serta Piala Dunia Putra U-17 di Qatar pada akhir tahun.

Dua kompetisi lainnya yang juga terancam kehilangan wakil Eropa akan digelar pada 2027, yakni Piala Dunia Antarklub Putri dan Piala Dunia Putri. Jika ancaman tersebut benar-benar diwujudkan, kelima turnamen berpotensi berlangsung tanpa kehadiran sejumlah negara Eropa yang berada di bawah naungan UEFA.

Sikap UEFA itu ditegaskan melalui pernyataan resminya setelah sejumlah asosiasi anggota menyatakan tidak akan mengubah keputusan mereka. UEFA menilai dua syarat yang sebelumnya diajukan belum dipenuhi oleh FIFA.

"Asosiasi-asosiasi anggota UEFA telah sangat jelas mengenai syarat-syarat yang melekat pada keputusan untuk tidak berpartisipasi dalam kompetisi FIFA," tulis UEFA, melansir Sky Sports.

Syarat pertama adalah usulan untuk menjual kompetisi-kompetisi utama FIFA harus ditarik kembali. UEFA juga meminta adanya jaminan bahwa upaya serupa yang dinilai dapat merusak citra sepak bola tidak akan kembali dilakukan.

Menurut UEFA, kedua tuntutan tersebut belum terpenuhi. Organisasi sepak bola Eropa itu juga menegaskan masih kehilangan kepercayaan terhadap Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA.

"Selain itu, UEFA telah menegaskan dengan sangat jelas dalam pernyataannya pada hari Sabtu bahwa mereka telah kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinan Gianni Infantino. Posisi tersebut tetap berlaku," tulis UEFA.

UEFA bahkan tidak menganggap pernyataan dukungan dari sejumlah pejabat senior FIFA sebagai alasan untuk mengubah sikap. Mereka menilai orang-orang yang bekerja di bawah Infantino memiliki kepentingan langsung terhadap keberlangsungan kepemimpinannya.

"Pengumuman kemarin, bahwa beberapa orang yang bekerja di bawah Presiden FIFA (dan yang kariernya bergantung pada dukungan beliau) setuju dengannya tidak mengubah apa pun," tegas UEFA.

Konflik antara UEFA dan FIFA tersebut bermula dari rencana Infantino membentuk FIFA Forward Enterprise (FFE). Proyek itu dikaitkan dengan wacana penjualan sekitar 20 persen saham komersial Piala Dunia kepada investor dengan nilai mencapai 20 miliar dolar AS.

Rencana tersebut mendapat penolakan dari sejumlah pihak karena dinilai berpotensi mengubah tata kelola dan kepemilikan komersial kompetisi utama FIFA. Tekanan pun semakin besar setelah UEFA secara terbuka mempertanyakan kepemimpinan Infantino.

Baca Juga: Permintaan Maaf Infantino Tak Berlaku, UEFA Kekeh Boikot Piala Dunia dan Turnamen FIFA

Situasi tersebut kemudian memaksa FIFA menggelar rapat darurat di Rabat, Maroko, pada Rabu (5/8/2026). Pertemuan itu berlangsung ketika tekanan terhadap Infantino semakin meningkat, termasuk menjelang rencananya untuk kembali maju sebagai Presiden FIFA.

Setelah pertemuan tersebut, Infantino mengakui adanya kesalahan dalam penanganan rencana penjualan saham komersial Piala Dunia. FIFA juga menyampaikan permohonan maaf dan menyebut proses tersebut seharusnya ditangani dengan cara berbeda.

Namun, pernyataan tersebut belum cukup untuk mengubah sikap UEFA. Organisasi yang menaungi sepak bola Eropa itu tetap mempertahankan ancaman boikot hingga tuntutan mereka dipenuhi.

Konflik ini membuat sejumlah turnamen FIFA dalam waktu dekat berada dalam situasi tidak pasti. Jika UEFA benar-benar menjalankan ancamannya, absennya negara-negara Eropa dapat mengubah peta persaingan sekaligus menjadi tekanan terbesar bagi FIFA di bawah kepemimpinan Infantino.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Chelsea Jadikan Laga Pramusim di Jakarta Ajang Bangun Mental Pemain
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
KBPBI betkomitmen kawal RUU Ketenagakerjaan perjuangkan hak pekerja
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Kejar Nilai Tambah Ekonomi, Pemerintah Haramkan Ekspor Mentah Bauksit-Tembaga
• 23 menit lalujpnn.com
thumb
Link Live Streaming Piala AFF 2026: Singapura Vs Timnas Indonesia
• 9 jam lalubola.com
thumb
Jabar Tunda Pinjaman Rp3,4 Triliun, Dedi Mulyadi: Tunggu Dana Bagi Hasil Pusat
• 6 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.