Jakarta Masih Punya Zona Hijau, Lahan Liar di Cakung Jaktim Jadi Kebun Produktif

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Hamparan sawah dan kebun produktif masih bisa ditemukan di tengah padatnya permukiman Jakarta.

Tepatnya di Kampung Bali Gang Buntu RT 001/RW 05, Kelurahan Ujung Menteng, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur.

Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, Jumat (7/8/2026), kawasan tersebut menyuguhkan hamparan lahan hijau yang kontras dengan wajah Jakarta yang identik dengan gedung bertingkat dan kawasan perkotaan.

Baca juga: Di Balik Gang Sempit Cakung Jaktim, Ada Sawah dan Kebun Menghidupi Warga

Lahan itu merupakan aset milik perusahaan swasta yang tidak diperbolehkan dibangun.

Sehingga hal itu dimanfaatkan kelompok tani untuk kegiatan pertanian dan perkebunan.

Di kawasan tersebut, terdapat area persawahan, kebun jagung, sayur-mayur, eceng gondok, hingga kolam ikan yang dikelola Kelompok Tani Baliku Lestari.

Sementara itu, sebagian lahan lain dikelola petani setempat dengan menanam berbagai komoditas, seperti terong, timun lalap, timun suri, bayam, singkong, daun katuk, tomat, dan pisang.

Ketua Kelompok Tani Baliku Lestari, Sulis, mengatakan kawasan tersebut sebelumnya merupakan lahan liar yang kemudian dibersihkan dan diolah menjadi lahan pertanian produktif.

“Iya itu (lahan) dulunya liar. Banyak pohon gede sama semak belukar enggak kerawat,” kata Sulis kepada Kompas.com saat dihubungi melalui telepon, Jumat.

Kelompok taninya telah mengelola lahan seluas sekitar lima hektare selama dua tahun terakhir dengan melibatkan warga sekitar.

Baca juga: Lahan Tidur di Cakung Jaktim Disulap Jadi Sawah, Kelompok Tani Panen Padi dan Jagung

Sebanyak 12 anggota kelompok tani mengelola lahan tersebut, sementara proses penanaman hingga panen juga melibatkan puluhan warga sekitar sebagai tenaga kerja.

“Pastinya dari proses tanam sampai panen kita juga menggunakan tenaga dari warga sekitar. Tapi kalau panen kami datangkan tenaga tani dari cikarang dan karawang," kata Sulis.

Hasil panen padi terakhir mencapai sebelas ton, melampaui perkiraan awal sebanyak sepuluh ton, sedangkan panen jagung mencapai sekitar tiga ton.

Sebagian besar hasil panen padi dijual dalam bentuk gabah kering kepada pembeli yang datang langsung ke lokasi.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Sedangkan, komoditas sayuran dipanen secara bergantian sepanjang tahun.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Febrie Adriansyah Dicecar 20 Pertanyaan, Apa yang Didalami Penyidik Kejagung Kali Ini?
• 11 jam lalukompas.id
thumb
Dishub Terapkan Rekayasa Lalu Lintas Imbas Kebakaran Gedung Bapenda DKI
• 8 jam laluliputan6.com
thumb
Roy Suryo Minta Hakim Nyatakan Pencekalan Dirinya Kedaluwarsa
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Pemkot Bandung Bakal Relokasi SDN 026 Bojongloa yang 3 Kali Digembok Ahli Waris
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Anggota Komisi I soal Temuan 995 Senjata di Sekolah: Harus Diusut
• 20 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.