Kronologi Kasus Mutilasi di Depok, Berawal dari Pemuda Kenal di Media Sosial dan Ngaku Risih Disentuh Pria Paruh Baya

grid.id
9 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Kronologi kasus mutilasi di Depok hebohkan publik. Pasalnya pelaku mengaku sempat risih disentuh oleh korban.

Korban sendiri diketahui bernama Kunaefi (51). Dan pelaku bernama Saepul (26).

Kronologi Kasus di Depok

Usut punya usut, kejadian mutilasi itu bermula tatkala pelaku mengundang korban ke rumah kontrakannya. Ia juga merasa kesepian karena tidak memiliki teman mengobrol usai tetangganya pindah.

Hingga singkat cerita, perbincangan keduanya malah berubah menjadi cekcok. Yang diakui pelaku karena dirinya merasa risih tatklala korban menyentuh dirinya.

“Dia pegang-pegang saya Bang. Terus saya berontak dong. Saya berontak, terus dia kayak nampar saya. Ya sudah saya tak dorong kan,” ujar Saepul dikutip Grid.ID dari Kompas.com, Jumat (7/8/2026).

Setelahnya, pelaku mengaku didorong korban hingga akhirnya Saepul mengambil pisau di dapur dan menusukkannya ke perut korban. Menurut pengakuan Saepul, Kunaefi masih sempat melakukan perlawanan dengan menendangnya.

Hal itu membuat Saepul emosi hingga akhirnya menarik kepala korban dan menggorok lehernya. Usai membunuh korban Saepul berniat membuang jasad korban, namun lantaran terlalu berat untuk dibawa, ia memutuskan memutilasi jasad korban.

“Karena susah bawanya, Bang. Di situ kan ramai orang dan perumahan juga,” imbuh Saepul.

Setelahnya beberapa bagian tubuh korban dimasukkan pelaku ke kantong hitam dan dilapisi karung beras. Saepul membawa tiga bagian tubuh Kunaefi ke kawasan Tanah Merah, lalu membuangnya di sebuah lapangan.

Sedangkan sisa potongan tubuh korban lainnya dibuang di aliran sungai. Serta pisau yang dipakai menghabisi korban dibuang ke tempat sampah.

 

Sementara itu, melansir dari Tribunnews.com, sebelum kronologi kasus mutilasi di Depok terungkap, warga sempat curiga dengan keberadaan karung yang ditemukan pada Selasa (4/8/2026) pagi.

“(Saksi) bermaksud membakar karung yang diduga berisi sampah. Saat karung terbakar dan sebagian meleleh, saksi melihat bagian tubuh manusia di dalamnya,” jelas Budi selaku Kabid Humas Polda Metro Jaya.

Usai kejadian pelaku sendiri mengaku bisa mengenal korban melalui media sosial. Sementara itu terkait kronologi kasus mutilasi di Depok, polisi menelusuri laporan orang hilang yang masuk di Polsek Pancoran Mas dan Polres Metro Depok.

Dari penelusuran tersebut, polisi menemukan laporan orang hilang atas nama Kunaefi yang dibuat istrinya pada 25 Juli 2026. Penyidik kemudian memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan barang bukti.

Pelaku sendiri ditangkap di Kampung Sinar Laut, Panimbang, Pandeglang, pada Rabu pukul 04.15 WIB. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, Saepul juga membawa kabur sejumlah barang milik korban berupa uang, ponsel, dan sepeda motor. Barang-barang tersebut diketahui telah dijual oleh Saepul.

“Untuk barang bukti yang sudah kami amankan, itu salah satunya adalah handphone milik korban, kemudian uang hasil penjualan handphone dan motor milik korban,” tandas Breggy selaku Katimsus 2 Resmob Polda Metro Jaya. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kebakaran Gedung Bapenda Ganggu ITCS, Lampu Merah Jakarta Diatur Manual
• 51 menit lalukompas.id
thumb
Pakar Otonomi Daerah: Pemangkasan TKD Berisiko Turunkan Daya Beli Masyarakat | ROSI
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Skor 2-1 untuk Polda Metro Jaya vs Roy Suryo
• 7 jam lalukompas.com
thumb
PIHPS catat harga cabai rawit Rp59.650/kg, telur ayam Rp29.450/kg
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
Teuku Yudhistira: HUT ke-14 IWO Jadi Momen Berbuat untuk Generasi Cerdas
• 16 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.