Pakar Otonomi Daerah: Pemangkasan TKD Berisiko Turunkan Daya Beli Masyarakat | ROSI

kompas.tv
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.TV - Rencana pemangkasan Transfer ke Daerah atau TKD kembali menuai sorotan.

Pakar Otonomi Daerah Prof. Djohermansyah Djohan menilai kebijakan tersebut berpotensi menekan kemampuan fiskal pemerintah daerah dan berdampak langsung terhadap pelayanan publik serta perekonomian masyarakat

Prof. Djohermansyah menilai kebijakan pemangkasan TKD tidak disiapkan melalui kajian yang matang. Ia menjelaskan, pada 2025 pemerintah memangkas TKD sebesar Rp50 triliun. Namun pada 2026, nilai pemangkasan meningkat tajam.

Menurutnya, pemotongan Rp50 triliun pada 2025 saja sudah memberikan tekanan besar bagi pemerintah daerah.

Meski mendukung pelaksanaan program prioritas nasional, Prof. Djohermansyah menilai kebijakan tersebut tidak boleh mengorbankan kemampuan daerah menjalankan fungsi pemerintahan.

Ia mengingatkan bahwa dalam sistem desentralisasi, pemerintah pusat memiliki kewajiban menyediakan pembiayaan bagi urusan yang telah dilimpahkan kepada pemerintah daerah. Menurut Prof. Djohermansyah, alokasi anggaran untuk daerah tidak seharusnya terus menurun.

Ia menegaskan, dana transfer memiliki fungsi vital karena digunakan untuk membiayai operasional pemerintahan daerah, termasuk belanja pegawai. 

Menurutnya, dampak pemangkasan TKD tidak hanya dirasakan pemerintah daerah, tetapi juga masyarakat luas melalui menurunnya kualitas pelayanan publik dan daya beli.

Prof. Djohermansyah menjelaskan, mayoritas daerah di Indonesia masih menggantungkan perputaran ekonominya pada belanja APBD. 

Ia pun mengingatkan, apabila kondisi tersebut tidak segera diatasi, dampaknya bisa meluas terhadap stabilitas daerah.

 

Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar.

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/oBwtiU6GSeY 

 

#kepaladaerah #kpk #korupsi

Penulis : Elisabeth-Widya-Suharini

Sumber : Kompas TV

Tag
  • rosi
  • kepala daerah
  • anggaran
  • efisiensi
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Febrie Merasa Dikriminalisasi, Pakar: Mungkin karena Dulu Sering Mengkriminalisasi
• 12 jam lalujpnn.com
thumb
Perseteruan Ruben Onsu dan Sarwendah Jadi Sorotan, Betrand Peto Sindir Para Penghasut, Siapakah Dia?
• 23 jam lalugrid.id
thumb
Pamerkan Baby Bumb dan Umumkan Kehamilan Anak Ke-3, Ini Profil Irish Bella
• 23 menit lalugrid.id
thumb
IHSG Sepekan Menguat 2,78 Persen, Rata-Rata Nilai Transaksi Turun
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Pakar: Ongkos Pilkada Mahal, Cukong Politik Bisa Kendalikan Kepala Daerah | ROSI
• 4 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.