Kenaikan Biaya Usaha Menjadi Kekhawatiran Terbesar Perusahaan di Singapura

pantau.com
4 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Kenaikan biaya usaha menjadi kekhawatiran terbesar perusahaan-perusahaan di Singapura di tengah ketegangan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global yang menekan sentimen bisnis, berdasarkan survei Singapore Chinese Chamber of Commerce and Industry (SCCCI).

Survei yang dirilis Rabu (5/8/2026) menunjukkan sebanyak 71,8 persen responden memilih kenaikan biaya usaha sebagai kekhawatiran utama.

Pelaku usaha juga menghadapi persoalan ketersediaan tenaga kerja yang sesuai serta kebutuhan melakukan transformasi bisnis untuk memperoleh peluang pertumbuhan baru.

Konflik Global Menambah Tekanan Bisnis

Konflik yang berlangsung di Timur Tengah turut meningkatkan ketidakpastian bagi perusahaan di Singapura.

Responden mengidentifikasi kenaikan biaya operasional, ketidakpastian pasar, pelemahan permintaan, dan gangguan rantai pasokan sebagai sejumlah risiko utama.

Kondisi tersebut membuat perusahaan semakin berhati-hati dalam melihat prospek bisnis ke depan.

Sebanyak 38 persen responden menyatakan netral terhadap prospek bisnis, sedangkan 34 persen pesimistis dan hanya 20 persen yang optimistis.

Survei juga mencatat hanya 34 persen perusahaan memperkirakan pendapatan mereka tumbuh pada 2026, turun dibandingkan 39 persen pada 2025.

Sebanyak 78 persen perusahaan masih memperkirakan dapat meraih keuntungan, tetapi lebih dari separuh di antaranya memproyeksikan keuntungan lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.

Indonesia Masuk Pasar Utama untuk Ekspansi

Di tengah tekanan ekonomi, perusahaan Singapura tetap melihat sejumlah negara sebagai tujuan ekspansi bisnis ke luar negeri.

Malaysia, Indonesia, China, Vietnam, dan Thailand tercatat sebagai pasar luar negeri teratas yang menjadi tujuan ekspansi perusahaan.

Pemanfaatan kecerdasan buatan juga mulai berkembang dengan 45 persen responden menyatakan sedang bereksperimen menggunakan perangkat artificial intelligence (AI) yang tersedia di pasar.

Namun, keterbatasan tenaga dengan keahlian yang sesuai serta tingginya biaya implementasi masih menjadi hambatan utama bagi perusahaan untuk menggunakan AI secara lebih luas.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kapolri Dianugerahkan Jadi Anggota Kehormatan Tapak Suci Putera Muhammadiyah
• 4 jam laludetik.com
thumb
Kronologi Bos Konter Ambarawa Dirampok hingga Ditemukan Tewas di Bagasi Mobil, Ditemukan Bercak Darah hingga Serpihan Tulang
• 4 jam lalugrid.id
thumb
RI Bakal Punya Pabrik Baterai EV Raksasa, Ini Pemiliknya
• 2 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Detik-detik Damkar Selamatkan Satu Korban dalam Kebakaran Hebat Gedung Bapenda DKI Jakarta
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Kejagung Konfirmasi Febrio Adiono yang Jadi Penanggung Jawab Sutrimo Pernah Jadi Stafnya Febrie
• 17 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.