Djakarta International Theater Platform 2026 Hadirkan Seniman Jepang hingga Kamboja

medcom.id
6 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Di tengah dunia yang terus berubah akibat konflik global, ketegangan geopolitik, hingga krisis lingkungan, seni pertunjukan dapat menjadi ruang untuk melihat berbagai persoalan dari sudut pandang yang berbeda. Gagasan tersebut menjadi salah satu landasan Djakarta International Theater Platform 2026 atau DITP 2026.
 
Komite Teater Dewan Kesenian Jakarta berkolaborasi dengan Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta kembali menghadirkan DITP. Tahun ini, program tersebut mengangkat tema "(Men)Citra Niskala / Unseen (the) Map" dengan pendekatan "Antara sebagai Metode".
 
Tema tersebut mengajak publik untuk tidak terburu-buru melihat dunia berdasarkan batas dan kategori yang sudah terbentuk. Peta tidak hanya dipahami sebagai gambaran wilayah secara geografis, tetapi juga sebagai cara manusia membentuk pengetahuan dan memandang lingkungan di sekitarnya.

Melalui pendekatan "Antara", DITP 2026 mencoba membuka ruang di antara berbagai kutub pemikiran. Batas seperti Barat dan Timur, tradisi dan modernitas, hingga yang terukur dan metafisik tidak diposisikan sebagai sesuatu yang mutlak.
 
Konsep tersebut juga menghidupkan kembali gagasan Bumantara yang pernah dikemukakan Sutan Takdir Alisjahbana lebih dari lima dekade lalu. Gagasan tersebut dibaca kembali untuk melihat hubungan antara imajinasi kawasan pada abad ke-20 dengan perubahan kesadaran dunia pada masa kini.

Baca Juga :

Fantasy Land Hadirkan Pertunjukan Teater Ramah Bagi Anak Autisme

Dalam DITP 2026, tubuh manusia ditempatkan sebagai salah satu cara baru untuk membaca ruang. Pengalaman ketubuhan menjadi penghubung antara sesuatu yang dapat diukur dengan pengalaman yang lebih abstrak dan metafisik.
 
Dengan pendekatan tersebut, wilayah tidak hanya dipahami melalui garis batas administratif. Energi, hubungan antarmanusia, pengalaman, hingga keterhubungan dengan makhluk lain turut menjadi bagian dari cara membaca sebuah ruang.
 
Komite Teater Dewan Kesenian Jakarta periode 2023 hingga 2026, Yustiansyah Lesmana, melihat DITP sebagai ruang yang mempertemukan berbagai pengalaman dan perspektif dari seniman dengan latar belakang berbeda.
 
“Selama beberapa hari ke depan, Djakarta International Theater Platform menjadi rumah bagi pertemuan-pertemuan itu. Para seniman datang membawa pengalaman, ingatan, kegelisahan, dan harapan dari tempat yang berbeda. Setiap orang datang dengan pengalaman dan pertanyaannya masing-masing. Semoga beberapa hari ini memberi kita kesempatan untuk saling memperluas cara melihat," u jarnya.
 
Beragam program kemudian disiapkan untuk mempertemukan seniman, praktisi, dan publik. Pada program Staging, DITP 2026 menghadirkan empat pertunjukan dari dracom asal Jepang, Jean-Baptise Phou dari Kamboja, serta rokateater dan Runsmitter Club dari Indonesia.
 
Selain pertunjukan, program Proposisi menghadirkan tiga International Co-Production Presentation. Program tersebut melibatkan Her Lab Space dari Taiwan, Thread dari Ukraina, serta Kelola dari Indonesia.
 
DITP 2026 juga menyediakan program Eksposisi yang menghadirkan empat presentasi forum inkubasi. Program ini melibatkan Bangkok International Performing Arts Meeting atau BIPAM, Sino Japanese, Precog, dan Kelola.
 
Rangkaian acara semakin diperluas melalui dua Simposium International dan Opening Festival yang dikemas dalam bentuk Percakapan Performatif. Program tersebut menjadi ruang untuk membicarakan kembali gagasan "(Men)Citra Niskala / Unseen (the) Map" dari berbagai perspektif.

Baca Juga :

Jersey Boys Hadirkan Kisah Mimpi dan Konflik di Balik Kesuksesan Band The Four Seasons

Ketua Dewan Kesenian Jakarta periode 2023 hingga 2026, Bambang Prihadi, menilai DITP memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar menghadirkan pertunjukan. Menurutnya, platform ini dapat menjadi tempat bertemunya pengalaman artistik sekaligus membangun percakapan mengenai masa depan.
 
“Platform ini bukan sekadar menghadirkan pertunjukan, melainkan merawat percakapan, mempertemukan pengalaman artistik, membangun kolaborasi, dan memperluas jejaring internasional yang berkelanjutan. Melalui teater, kita diajak bukan sekadar mencari jawaban, melainkan memelihara keberanian untuk mengajukan pertanyaan- pertanyaan baru tentang masa depan bersama” ungkapnya.
 
DITP 2026 berlangsung pada 5 hingga 8 Agustus 2026 di sejumlah ruang di kawasan Taman Ismail Marzuki. Lokasi yang digunakan meliputi Graha Bhakti Budaya, Teater Kecil, Teater Wahyu Sihombing, Promenade Area, Paviliun Raden Saleh, dan Studio Latihan Teater Teguh Karya.
 
Seluruh program Djakarta International Theater Platform 2026 "(Men)Citra Niskala / Unseen (the) Map" dapat diunduh melalui www.ditp.web.id.
 

 

 

 
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ELG)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wuling Bawa Cloud EV Varian Terbaru Lebih Terjangkau di GIIAS 2026
• 3 menit lalukumparan.com
thumb
Perang AS-Iran Kembali Makan Korban Jepang
• 15 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
AHY Kirim 80.000 Liter Air Bersih ke Madura
• 22 jam lalukompas.com
thumb
Kasus Seragam Sekolah Gowa Rp16 Miliar, Om Bas Akhirnya Diperiksa Polda Sulsel
• 8 jam lalueranasional.com
thumb
Sungai Mahakam Kian Surut, Warga Long Apari Terancam Krisis Pangan
• 3 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.