JAKARTA,KOMPAS - Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis Nomor 66, Petojo Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, terbakar pada Jumat (7/8/2026) malam. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, api diduga berasal dari lantai 11 gedung itu. Tim dari Pusat Laboratorium Forensik Polri diterjunkan untuk menyelidiki penyebab pasti kebakaran.
Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Pusat Triyanto mengatakan, informasi mengenai kebakaran di Gedung Bapenda DKI Jakarta diterima petugas pada Jumat pukul 21.30 WIB. Setelah itu, sebanyak 30 unit mobil pemadam kebakaran dengan 185 personel dikerahkan.
Untuk menjangkau titik api, sebanyak tiga unit Bronto Skylift juga dikerahkan. Triyanto menuturkan, dari hasil pemeriksaan sementara, sumber api berasal dari ruang server di lantai 11 gedung tersebut. "Namun, untuk penyebab pasti kebakaran masih diselidiki," ujarnya.
Akibat kebakaran ini, seorang warga berinisial G (30) mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap. G berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. "Korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Tarakan untuk mendapat perawatan" ujar Triyanto.
Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta Bayu Meghantara mengatakan, pemadaman kebakaran itu berlangsung cukup lama. Hal ini karena petugas harus memastikan api tidak merambat ke lantai lain. “Memang tadi agak lama karena anggota kami bertahan di lantai 10 untuk memastikan tidak ada perambatan,” katanya.
Selain itu, petugas juga bergerak menyisir lantai atas. Hingga Sabtu (8/8/2026) dini hari, penyisiran masih dilakukan sampai lantai 12 untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala. “Kami bertahan di lantai 10 untuk memastikan tidak ada perambatan kembali. Saat ini teman-teman masih menyisir, sekarang sudah ada di lantai 12,” katanya.
Bayu menambahkan, dalam upaya pemadaman tersebut, petugas berhadapan dengan embusan angin yang cukup kencang. Beberapa kali kobaran api bahkan kembali membesar dan merambat.
“Kita tahu cuaca Jakarta saat ini. Angin bertiup cukup kencang. Itu yang menjadi pemicu api kembali berkobar,” ujar Bayu. Setelah hampir 5 jam berjibaku memadamkan api, petugas pun mulai melakukan pendinginan.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Budi Hermanto menuturkan, saat ini, tim dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri telah datang ke lokasi untuk menyelidiki penyebab pasti kebakaran.
"Kita sampaikan simpati kepada Bapenda terkait kejadian kebakaran. Kehadiran Puslabfor untuk menentukkan penyebab dan asal api serta di mana titik api," ujarnya.
Budi menambahkan, satu orang korban dalam insiden itu sedang dalam perawatan. "Dari keterangan dokter, korban mengalami sesak nafas dan sedang dalam perawatan khusus," tuturnya.
Kami bertahan di lantai 10 untuk memastikan tidak ada perambatan kembali. Saat ini teman-teman masih menyisir, sekarang sudah ada di lantai 12




