Ringkasan Berita
- Revitalisasi Jalan Panglima Sudirman Kota Kediri memasuki tahap pembangunan crossing drainase.
- Saluran drainase diperbesar dari kedalaman efektif sekitar 50 sentimeter menjadi dimensi 2 x 2 meter.
- Proyek bertujuan memperlancar aliran air menuju Sungai Brantas dan mengurangi risiko genangan.
- Pengerjaan ditargetkan selesai pada 18 Agustus 2026 dengan dukungan rekayasa lalu lintas dari Dishub Kota Kediri.
Kediri (beritajatim.com) – Revitalisasi pedestrian Jalan Panglima Sudirman Kota Kediri memasuki tahapan penting dengan dimulainya pengerjaan crossing drainase.
Pekerjaan ini difokuskan pada pembongkaran saluran bawah (underdrain) guna memperbesar kapasitas drainase sehingga mampu mengalirkan debit air lebih optimal menuju Sungai Brantas.
Dalam proyek tersebut, saluran yang sebelumnya memiliki lebar sekitar dua meter dengan kedalaman efektif tersisa sekitar 50 sentimeter akan ditingkatkan menjadi saluran berukuran 2 meter x 2 meter. Peningkatan kapasitas ini diharapkan mampu mengurangi potensi genangan air di kawasan Jalan Panglima Sudirman saat curah hujan tinggi.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kediri, I Made Dwi Permana, menjelaskan pembangunan crossing drainase bertujuan menghubungkan saluran di sisi timur dan barat Jalan Panglima Sudirman agar aliran air menuju Sungai Brantas menjadi lebih cepat dan lancar.
“Peningkatan kapasitas saluran ini menjadi langkah strategis untuk memperbaiki sistem drainase di kawasan Jalan Sudirman. Dengan dimensi saluran yang lebih besar, kami berharap aliran air menuju Sungai Brantas menjadi lebih lancar sehingga risiko genangan di kawasan ini dapat diminimalkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, metode pembongkaran dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi struktur bangunan yang telah ada. Karena itu, pekerjaan tidak dilakukan secara menyeluruh agar elevasi dan kualitas konstruksi tetap terjaga.
“Pembongkaran dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi struktur eksisting. Apabila dilakukan secara bertahap atau sebagian-sebagian, justru akan menyulitkan proses penyambungan kembali struktur bangunan. Karena itu, metode yang kami gunakan dipilih agar hasil pekerjaan lebih presisi, kuat, dan sesuai dengan standar teknis,” jelasnya.
Pengerjaan crossing drainase ditargetkan rampung pada 18 Agustus 2026. Namun, apabila kondisi di lapangan memungkinkan, ruas Jalan Panglima Sudirman akan dibuka lebih awal setelah pekerjaan selesai.
Selama proses konstruksi berlangsung, Dinas PUPR mengimbau masyarakat memanfaatkan jalur alternatif yang telah disiapkan oleh Dinas Perhubungan Kota Kediri guna mengurangi kepadatan lalu lintas di sekitar lokasi proyek.
Untuk menjaga mobilitas warga, kendaraan roda dua tetap dapat melintas melalui jalur khusus di sisi timur trotoar, sedangkan pengaturan lalu lintas dilakukan secara berkala agar pekerjaan tetap berjalan efektif tanpa mengabaikan keselamatan pengguna jalan.
I Made berharap masyarakat dapat mendukung pelaksanaan proyek tersebut karena menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Kediri meningkatkan kualitas infrastruktur sekaligus memperkuat sistem pengendalian banjir di kawasan perkotaan.
“Kami memohon pengertian masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi selama proses pekerjaan. Peningkatan drainase ini merupakan investasi infrastruktur untuk menciptakan sistem pengendalian air yang lebih baik, sehingga ke depan kawasan Jalan Sudirman dan sekitarnya memiliki daya tampung yang lebih optimal saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi,” pungkasnya. [nm/ted]




