Semarang (ANTARA) - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyebut pencak silat sebagai warisan budaya bangsa yang ikut berperan penting dalam membangun karakter, kebersamaan, serta persatuan.
"Seni bela diri merupakan warisan budaya bangsa Indonesia. Seni bela diri akan membentuk karakter, kerja sama, dan kebersamaan," kata gubernur saat pembukaan Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah di Semarang, Sabtu.
Ia menuturkan pencak silat juga menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat untuk menjaga kesehatan.
Selain itu, kata dia, tidak kalah penting yakni perannya dalam menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan serta membangun karakter bangsa.
Ia mengaku bangga Jawa Tengah dipercaya menjadi tuan rumah Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah.
Ia mengharapkan muktamar tersebut menghasilkan keputusan-keputusan yang konstruktif bagi organisasi.
Baca juga: PB IPSI sumbang Rp5 miliar untuk bangun padepokan silat di Yogyakarta
Sementara Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan kekuatan fisik yang dibangun melalui latihan bela diri harus berpadu dengan iman, takwa, dan akhlak.
Perpaduan tersebut, kata dia, akan melahirkan generasi berjiwa kesatria yang berdiri tegak di atas kebenaran dan membela masyarakat.
Menurut dia, pembangunan bangsa harus dilakukan dengan membangun kesehatan jiwa sekaligus raga.
Ia menyebut hal tersebut sejalan dengan penggalan lagu Indonesia Raya, yakni “Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya.”
Dalam muktamar tersebut Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menerima penganugerahan sebagai anggota kehormatan Tapak Suci Putera Muhammadiyah.
Kapolri berharap kolaborasi antara Polri dan Tapak Suci dapat diwujudkan dalam berbagai kegiatan, mulai dari pembukaan cabang latihan di lingkungan kepolisian hingga upaya bersama menjaga masyarakat dan generasi muda dari berbagai ancaman.
"Kita bersama-sama menjaga kesejukan melalui cooling system, serta menjaga agar masyarakat dan generasi muda tidak terpengaruh disinformasi dan misinformasi, terjerumus dalam bahaya narkoba dan judi daring," katanya
Baca juga: IPSI ingin perkokoh posisi pencak silat untuk bangun karakter bangsa
"Seni bela diri merupakan warisan budaya bangsa Indonesia. Seni bela diri akan membentuk karakter, kerja sama, dan kebersamaan," kata gubernur saat pembukaan Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah di Semarang, Sabtu.
Ia menuturkan pencak silat juga menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat untuk menjaga kesehatan.
Selain itu, kata dia, tidak kalah penting yakni perannya dalam menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan serta membangun karakter bangsa.
Ia mengaku bangga Jawa Tengah dipercaya menjadi tuan rumah Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah.
Ia mengharapkan muktamar tersebut menghasilkan keputusan-keputusan yang konstruktif bagi organisasi.
Baca juga: PB IPSI sumbang Rp5 miliar untuk bangun padepokan silat di Yogyakarta
Sementara Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan kekuatan fisik yang dibangun melalui latihan bela diri harus berpadu dengan iman, takwa, dan akhlak.
Perpaduan tersebut, kata dia, akan melahirkan generasi berjiwa kesatria yang berdiri tegak di atas kebenaran dan membela masyarakat.
Menurut dia, pembangunan bangsa harus dilakukan dengan membangun kesehatan jiwa sekaligus raga.
Ia menyebut hal tersebut sejalan dengan penggalan lagu Indonesia Raya, yakni “Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya.”
Dalam muktamar tersebut Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menerima penganugerahan sebagai anggota kehormatan Tapak Suci Putera Muhammadiyah.
Kapolri berharap kolaborasi antara Polri dan Tapak Suci dapat diwujudkan dalam berbagai kegiatan, mulai dari pembukaan cabang latihan di lingkungan kepolisian hingga upaya bersama menjaga masyarakat dan generasi muda dari berbagai ancaman.
"Kita bersama-sama menjaga kesejukan melalui cooling system, serta menjaga agar masyarakat dan generasi muda tidak terpengaruh disinformasi dan misinformasi, terjerumus dalam bahaya narkoba dan judi daring," katanya
Baca juga: IPSI ingin perkokoh posisi pencak silat untuk bangun karakter bangsa





