Jakarta: Pemerintah mendorong agar teknologi pengolah sampah berbasis rumah tangga hasil riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) segera diproduksi secara massal. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengatasi persoalan sampah langsung dari sumbernya.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian besar terhadap penelitian dan inovasi yang dikembangkan BRIN. Pemerintah bahkan menambah alokasi anggaran penelitian untuk mendukung pengembangan riset nasional.
Prasetyo menyebut teknologi pengolah sampah berbasis rumah tangga dengan biaya terjangkau telah dipaparkan kepada Presiden. Selanjutnya, pemerintah diminta menghitung nilai keekonomian serta kemampuan produksi teknologi tersebut.
"Memang ada petunjuk dari Beliau untuk bisa segera ditindaklanjuti, dihitung juga nilainya, termasuk nilai keekonomiannya dan juga kemampuan memproduksinya," ujar Prasetyo dalam tayangan Headline News Metro TV, Sabtu 8 Agustus 2026.
Baca Juga :
Menurut Prasetyo, riset tidak cukup hanya menghasilkan rancangan atau purwarupa. Teknologi yang dikembangkan harus memiliki kemampuan untuk diproduksi dalam jumlah besar agar dapat memberikan manfaat secara luas kepada masyarakat.
"Kalau kita bicara penelitian, pada akhirnya harus ada kemampuan untuk memproduksi dalam jumlah yang cukup besar, karena yang memang kita perlukan jumlahnya memang cukup banyak," jelasnya.
Pemerintah berharap teknologi pengolah sampah tersebut dapat diproduksi dengan biaya terjangkau dan mudah diakses masyarakat. Dengan demikian, pengelolaan sampah dapat dilakukan sejak dari tingkat rumah tangga secara berkelanjutan.
Dorongan produksi massal ini menjadi bagian dari upaya hilirisasi hasil riset nasional agar inovasi yang dikembangkan BRIN tidak berhenti pada tahap penelitian, tetapi dapat diterapkan untuk menjawab persoalan sampah di masyarakat.




