Ratusan Senjata Ditemukan di Sekolah Jaksel, Komisi III DPR Mendesak Polisi Buka Seluruh Fakta

pantau.com
6 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Anggota Komisi III DPR RI Adang Daradjatun meminta aparat penegak hukum mengusut secara menyeluruh, profesional, dan transparan temuan ratusan senjata di lingkungan salah satu sekolah swasta di Jakarta Selatan.

Adang meminta seluruh fakta mengenai temuan tersebut dibuka untuk memberikan kepastian hukum sekaligus mencegah munculnya spekulasi di tengah masyarakat.

"Kepolisian harus mengusut perkara ini secara profesional, objektif, dan transparan. Seluruh fakta harus dibuka dengan jelas, mulai dari status kepemilikan, legalitas, hingga alasan penyimpanan barang tersebut di lingkungan sekolah. Masyarakat berhak memperoleh kepastian hukum," ujar Adang dalam keterangan tertulis yang diterima Parlementaria di Jakarta, Jumat (7/8/2026).

Keberadaan Senjata di Sekolah Dinilai Serius

Legislator Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut menilai keberadaan ratusan senjata di lingkungan pendidikan merupakan persoalan serius yang harus dijelaskan secara terbuka, terlepas dari status kepemilikannya.

Mantan Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia itu menegaskan sekolah harus menjadi tempat yang memberikan rasa aman bagi peserta didik, tenaga pendidik, dan masyarakat sekitar.

Adang meminta proses penyelidikan dilakukan secara objektif serta tidak dipengaruhi konflik internal yang diduga menjadi awal terungkapnya temuan tersebut.

"Jangan sampai proses penegakan hukum dipengaruhi oleh opini ataupun konflik yang terjadi di antara para pihak. Biarkan penyidik bekerja berdasarkan fakta dan alat bukti sehingga hasilnya memberikan kepastian hukum serta rasa keadilan bagi semua pihak," tegasnya.

Pengawasan di Lingkungan Sekolah Diminta Diperkuat

Selain meminta pengusutan tuntas, Adang mendorong evaluasi terhadap mekanisme pengawasan di lingkungan satuan pendidikan.

Menurutnya, pengawasan terhadap aset maupun barang yang memerlukan izin khusus perlu diperkuat agar keberadaannya tidak menimbulkan keresahan masyarakat.

"Lingkungan pendidikan harus menjadi tempat yang aman untuk belajar dan membangun karakter generasi muda. Pengawasan terhadap aset maupun aktivitas di lingkungan sekolah harus diperkuat agar peristiwa seperti ini tidak kembali menimbulkan keresahan di masyarakat," katanya.

Politisi dari Daerah Pemilihan Jakarta III tersebut menyatakan dukungannya terhadap langkah aparat penegak hukum untuk mengungkap perkara secara tuntas, profesional, dan akuntabel guna memberikan kepastian hukum serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses penegakan hukum.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menko PM dan BAZNAS RI Salurkan Bantuan Zmart, BUMi, dan Santripreneur di Ponpes Gresik
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Pegiat Antikorupsi Djusman AR Temui Jampidum Kejagung, Bahas Penguatan Penegakan Hukum
• 11 jam laluharianfajar
thumb
Mas Dar Tidak Main-main, Memecat PPPK, Jumlahnya Lumayan Banyak
• 14 jam lalujpnn.com
thumb
Hanura: Menang di Pemilu 2029 Bukan karena Sering Rapat dan Banyak Uang
• 2 jam lalukompas.com
thumb
John Herdman Pilih Bungkam Keputusan Kontroversial Wasit Singapura vs Indonesia, Katanya: Percuma!
• 8 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.